LEBAK  

Terkait Aksi Main Hakim Sendiri Terhadap ODGJ yang Dituding Mencuri, Ketua KKPMP Malingping Angkat Bicara

banner 120x600

LEBAK, CNC MEDIA.- Andres selaku ketua Ormas KKPMP (Kesatuan Komando Pembela Merah Putih) Marcab Malingping, Angkat bicara terkait Aksi main hakim sendiri terjadi terhadap D (27) seorang pria ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Kampung Wulangsari, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten, pada Minggu (17/12/2023) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Pernyataan sikap dari ketua KKPMP MC Malingping ANDRES, “Barang siapa Dengan sengaja Dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun”.

“Apalagi jika perbuatan itu sampai mengakibatkan luka luka Berat, Maka bisa diancam kurungan penjara paling lama sembilan tahun, Sesuai undang undang Dasar tahun -1945,-serta pasal nomor -39 -tahun 1945, pasal ini diterapkan bagi orang dengan sengaja dan melawan hukum serta untuk perampasan hak asasi kemerdekaan,” ungkap Andres. Sabtu (23/12/2023).

“Kami dari Kesatuan Komando Pembela Merah Putih meminta kepada (APH) untuk yang diduga pelaku main hakim sendiri terhadap bernisial D (27) yang babak belur dan mengalami sejumlah luka dan cidera dibagian leher dan mukanya, karena dituduh hendak melakukan pencurian di sebuah rumah kontrakan warga berinisial R harus ditindak sesuai undang undang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, D kerpergok masuk ke kediaman R yang merupakan security di sebuah BUMN secara diam-diam. Usai kepergok, D dan R terlibat perkelahian satu lawan satu. Dan istrinya R lantas meneriaki D dengan sebutan maling, sontak warga langsung berdatangan dan langsung mengamankan D. Diduga D mengalami sejumlah penganiayaan saat diamankan warga, bahkan kedua kakinya terikat tali rapia dan jari tangan terborgol.

“Waktu itu ada yang mengabarkan bahwa D ditangkap warga. Kami langsung datang ke lokasi dan mendapati D sudah babak belur, kaki terikat, dan dua jempol tangan diborgol. Saya dijelaskan bahwa D mau mencuri, tapi belum ada barang bukti,” ungkap ayah tiri korban, Candra.

Saat itu warga tidak memanggil aparat kepolisian, sehingga keluarga langsung membawa D pulang ke rumah dalam keadaan jari tangan masih terborgol, “Kami minta maaf atas kejadian tersebut, namun R masih belum membuka borgol tangan anak kami hingga Minggu pagi sekitar jam 07.00 WIB baru dilepas,” lanjutnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *