LEBAK , CNC MEDIA- Upaya meningkatkan sektor perikanan budidaya dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan. Kali ini, sebanyak 32 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kabupaten Lebak mendapatkan bantuan Program Budidaya Ikan Tematik Sistem Resirkulasi tahap I dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bantuan tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya ikan lele dan nila dengan menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) atau sistem pengelolaan air secara berulang.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa program tersebut menyasar desa, kelurahan, maupun Koperasi Desa (Kopdes) yang telah memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagai penerima bantuan.
Menurut Deni, program yang mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Nomor 303 Tahun 2026 tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun kemandirian pangan melalui pengembangan usaha perikanan di tingkat desa dan kelurahan.
“Pengelolaan kegiatan di lapangan nantinya dilaksanakan oleh kelompok pembudidaya ikan setempat yang telah terdaftar. Kelompok penerima juga harus menyiapkan lahan desa yang strategis, tidak dalam sengketa, serta memiliki akses jalan dan sumber listrik yang memadai,” tutur Deni saat ditemui, Jum’at (6/11/2026).
Ia menerangkan, bantuan yang disalurkan merupakan hibah dalam bentuk paket sarana dan prasarana budidaya. Fasilitas tersebut mencakup kolam produksi berbahan terpal, perangkat pengolahan air, filter mekanis, filter biologis, pompa sirkulasi, aerasi hingga bak pengendapan.
Tidak hanya itu, kelompok penerima juga mendapatkan fasilitas gudang pakan, peralatan operasional, benih ikan berukuran minimal 8 sentimeter, serta pakan berkualitas jenis grower dan finisher untuk mendukung satu siklus awal pemeliharaan ikan.
Deni menambahkan, penerapan teknologi RAS menjadi salah satu keunggulan program tersebut. Pasalnya, sistem ini memungkinkan air kolam digunakan kembali setelah melalui proses penyaringan untuk mengurangi kotoran, sisa pakan, dan kandungan amonia yang dapat membahayakan ikan.
“Melalui sistem ini, kebutuhan air dapat lebih dihemat karena air yang sudah digunakan akan diproses melalui penyaringan sebelum kembali dialirkan ke kolam. Teknologi ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air,” ujarnya.
Meski demikian, pengoperasian sistem tersebut membutuhkan kedisiplinan dan perawatan berkala. Para pembudidaya harus memastikan filter tetap bersih, kualitas air terpantau, serta pompa dan aerator berfungsi dengan baik.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan kelompok pembudidaya di Kabupaten Lebak dapat mengembangkan usaha perikanan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan hasil produksi ikan lele dan nila, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.
Penulis: Yanto
















