Minim Rambu Peringatan, Preservasi Ruas Jalan Nasional Banten Selatan Anggaran Rp 27 Miliar Dikeluhkan Membahayakan Pengendara

📝 "Minim Rambu Peringatan pada pekerjaan preservasi Jalan Nasional, sehingga resiko terjadinya kecelakaan sangat tinggi,"

Lebak, CNC – Pekerjaan preservasi Jalan Nasional tepatnya ruas Simpang – Binuangeun dikeluhkan warga, pasalnya pada malam hari tidak terlihat ada rambu dan lampu pada pekerjaan tersebut, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

Suherman, warga Kecamatan Malingping yang hendak bepergian menuju Binuangeun mengaku hampir saja kecelakaan tergelincir di ruas jalan nasional yang sedang diperbaiki tersebut.

“Saya sedang membawa motor malam hari, karena dari Simpang menuju Binuangeun jalannya lurus dan bagus, tentunya berkecapatan tinggi. Ternyata pas di kampung burunuk, ada jalan yang dibongkar, tanpa terlihat rambu-rambu maupun lampu tanda sedang dikerjakan perbaikan. Hampir saja saya jatuh dan tergelincir disitu hilang keseimbangan karena mengerem mendadak, namun Alhamdulillah masih dapat diseimbangkan,” ujarnya, Kamis 28 Oktober 2026.

Pihaknya pun berharap agar rambu-rambu terpasang di jalan nasional tersebut, karena sangat membahayakan pengendara yang lewat.

“Tolonglah dipasang rambu-rambu yang terang jika tersorot lampu kendaraan, atau seperti di kota, kalau malam dipasang lampu-lampu yang menandakan adanya pekerjaan perbaikan jalan agar tidak membahayakan. Juga karena itu sebelah jalan, tentunya kalau siang hari sama membahayakan, karena pengendara baik roda dua atau pun empat, pasti memilih jalan yang bagus,” tambahnya.

Rambu dan marka jalan yang sedang diperbaiki atau dalam proses konstruksi berfungsi untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar berhati-hati.

Terpisah PPK BPJN Banten, Zakaria ketika dikonfirmasi mengenai rambu di lokasi pekerjaan preservasi Jalan Nasional ruas Simpang Binuangeun yang sedang dikerjakan, Jumat 30 Oktober 2026 melalui WhatsApp messenger tidak menjawab konfirmasi awak media.

Penyedia jasa pun, PT Pawestri Bangun Pratama hingga saat ini masih belum dapat dikonfirmasi.

Diketahui dari informasi yang dihimpun oleh awak media, pekerjaan tersebut masuk dalam Preservasi Ruas Banten Selatan (Muara Binuangeun – Bayah – Cibarenok). TA 2026, dianggarkan sebesar Rp27,7 miliar di bawah Satuan Kerja PJN Wilayah II Banten untuk menjaga kelayakan jalur pesisir selatan.