LEBAK  

Musa Minta JB Klarifikasi dan Minta Maaf Kepada Kyai dan Ulama di Lebak

Lebak, CNC MEDIA.- Ketua Fraksi PPP Lebak, Musa Weliansyah menyayangkan pernyataan mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya yang mengklaim ulama di Kabupaten Lebak mendukung serta meminta Presiden Indonesia Jokowi untuk ditambah jabatannya selama 3 tahun.

Menurutnya, pernyataan mantan Bupati Lebak dua periode itu disampaikannya langsung dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan itu sangat diragukan kebenarannya.

Saya sangat menyayangkan sikap dan ucapan JB yang membawa-bawa dukungan Kyai dan ulama di Kabupaten Lebak padahal itu diragukan kebenaranya,” kata Musa saat dihubungi, Senin (4/4/2022).

Seharusnya kata Musa, JB yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di Provinsi Banten ini bisa berhati-hati terlebih lagi soal tren Jokowi 3 periode yang tengah digodog oleh para elite politik ini.

“Sebagai tokoh harusnya hati-hati dalam berbicara terlebih soal dukungan Jokowi 3 priode yang sekarang sedang menjadi tren opini dan bertentangan dengan kontitusi, tindakan yang dilakukan JB seakan cari muka dari pak Luhut. Kita tau bahwa dorongan 3 priode atau diperpanjang masa jabatan Jokowi berawal dari ocehan Luhut dengan dalih untuk pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak ini pun meminta kepada JB untuk segera mengklarifikasi kepada masyarakat Banten dan meminta maaf kepada para kiai dan ulama di Lebak.

“Kita tau Lebak ini daerah pesantren yang mana lebih dari 1.963 Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di kabupaten Lebak artinya ribuan Kyai dan ulama ada di Lebak, sangat tidak elok jika JB bilang kyai dan ulama mendukung Jokowi tiga priode,” sebutnya.

Musa mengaku, dirinya sendiri dan para anggota DPRD lainnya turut mendapatkan undangan acara tasyakuran yang menjadi tempat JB mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi.

Awalnya, Ia mengira bahwa acara itu merupakan acara silaturahmi antara para Kyai, anggota DPRD Lebak, para kepala desa se-Kabupaten Lebak dan para tokoh masyarakat lainnya.

“Undangan silaturahmi ini kan baik tapi berujung pada kepentingan politik menjadi tidak baik,” ucapnya.

Kyai dan ulama ini kan ada wadah komunikasi dan silaturahmi yaitu FSPP dan MUI, jika mereka sudah tidak mengeluarkan dukungan resmi lantas siapa yang JB maksud kalau hanya perorangan yah jangan bawa-bawa nama kiai dan Ulama kab Lebak dong,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Ahmad Odong Hudori mengatakan bahwa secara kelembagaan pihaknya sendiri tidak pernah membuat pernyataan bahwa mendukung perpanjangan jabatan Presiden Jokowi itu.

“Saya kira kan tidak membawa-bawa MUI ya Pak JB, kalau pun mengklaim ulama kan ulama saja, ulama kan tidak mesti di MUI. Kecuali menyebutkan ulama yang tergabung dalam MUI,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Eks Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengaku mendukung agar Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) masa kepemimpinannya di tambah 3 tahun lagi.

Hal tersebut disampaikan langsung Mulyadi Jayabaya dalam acara tasyakuran yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi (Menko Marvest) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan ratusan kyai di rumahnya yang berada di Jalan Raya Rangkasbitung – Pandeglang km 07, Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak pada Kamis (31/3/2022).

“Kita do’akan supaya Pa Jokowi mau di perpanjang 3 tahun lagi dalam rangka pemulihan ekonomi,” kata JB. (Red-CNC)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.