LEBAK  

Milad Pertama TTKKBI DPW II Lebak, Lantik Pengurus Beberapa DPC Baksel

Caption : Tampak giat TTKKBI DPW II Lebak menggelar Milad ke-1 sekaligus melantik pengurus DPC beberapa kecamatan di Baksel. Giat bertempat di parkir barat Pendopo Kecamatan Malingping, Rabu (29/01/2025).

Lebak, CNC MEDIA – Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) DPW II Kabupaten Lebak menggelar Milad ke-1 sekaligus melantik pengurus DPC beberapa kecamatan di Lebak Selatan (Baksel). Acara ini berlangsung di sekitar Pendopo Kecamatan Malingping, Rabu (29/1/2025).

Ketua TTKKBI DPW II Lebak, Hedi Yunus, mengatakan bahwa giat Milad ke-1 yang digelarnya itu sekaligus untuk mengukuhkan kepengurusan DPC TTKKBI di beberapa kecamatan yang ada di Baksel.

“Sambil menyelenggarakan Milad ke-1, kami juga akan melantik kepengurusan TTKKBI di tiga kecamatan, yaitu Cijaku, Cihara, dan Wanasalam. Sehingga untuk di Lebak kini sudah ada 8 DPC yang sudah dikukuhkan,” ujar Hedi.

Diketahui, pada acara Milad dan pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Ketua Umum DPP TTKKBI Tb Arif Hidayat, Ketua DPW 1 Provinsi Banten Hudi Nurhidayat, Kapolsek Malingping AKP Malik Abraham, Danramil 0313/Malingping Kapten (Inf) Lili Warli, serta para undangan dari unsur tokoh masyarakat, pegiat Ormas, dan media massa.

Mewakili Forkopimcam, Kapolsek Malingping, Malik Abraham, dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan TTKKBI adalah bagian dari aset daerah dalam menguatkan seni budaya.

“Intinya saya mengapresiasi kehadiran TTKKBI sebagai bagian dari ormas yang bergerak di bidang pelestarian seni budaya, khususnya pencak silat. Dan kami berharap pelestarian budaya leluhur bisa terus eksis dan turut memperkuat jalinan persatuan di daerah,” ungkap Malik.

Sementara itu, Ketua DPP TTKKBI, Tb Arif Hidayat, mengatakan bahwa wadah yang dipimpinnya tersebut adalah untuk generasi muda pencinta budaya daerah, dan juga untuk membangun eksistensi budaya peninggalan leluhur, yaitu pencak silat.

“Pencak silat adalah salah satu bagian dari budaya karuhun Banten yang perlu terus dilestarikan keberadaannya. Di sini TTKKBI hadir untuk terus memompa semangat para pegiat pencak silat di semua paguron yang ada di Banten Selatan untuk terus berkembang dan ditanamkan ke setiap generasi agar tidak hilang. Karena silat itu tak lepas dari budaya Nusantara, khususnya bagi warga Banten,” terang Arif.

Arif menambahkan bahwa saat ini kepengurusan DPW 1 dari wadah TTKKBI sudah hampir merambah ke setiap provinsi di Indonesia, dan tentunya bertujuan membangun kebersamaan dalam nuansa NKRI.

“Saat ini selain di Banten, DPW 1 TTKKBI sudah ada di beberapa provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Lampung. Nanti akan menyusul Sumatera Selatan, Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, dan Sulawesi. Intinya kami hadir untuk memperkuat kelestarian semua paguron silat Nusantara dari berbagai aliran, dan yang lebih penting untuk membangun silaturahmi sesama pegiat budaya peninggalan leluhur Nusantara agar tetap eksis dalam bingkai NKRI,” paparnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *