LPI Tuding Dinkes Sukabumi Tidak Transfaran Terkait Kegiatan Penggunaan Anggaran

banner 120x600

Sukabumi (CNC MEDIA) – Rohmat Hidayat Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mengatakan kepada awak media pihaknya menduga keras pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi tidak transfaran di beberapa penggunaan anggaran yang dilakukan di lingkup Dinkes yang mana yang terbaru tidak adanya papan informasi pada pelaksanaan PL untuk pembuatan kanopi parkiran di Dinkes Sukabumi. Senin (1/4/2024).

Lanjut Rohmat bukan hanya pada tahun ini saja yang mana beberapa pengadaan di tahun tahun kebelakang pun tidak luput dari sorotan pihak LPI yang mana Rohmat menegaskan sedang melakukan analisis pendalaman yang lebih jauh mengenai beberapa penggunaan anggaran di bawah Dinkes Sukabumi salah satunya RSUD Sagaranten dan RSUD Palabuan Ratu yang menjadi sorotan.

“Saya sedang melakukan pendalaman bersama Tim mengenai penggunaan anggaran di Dinas Kesehatan yang diduga tidak adanya Transfaran serta ada Dugaan Anggaran yang hanya dijadikan ajang Bancakan dibeberapa kegiatan yang dilakukan di bawah Dinkes Sukabumi yang mana akan segera kami buka ke Publik dan kami akan segera membuat LO setelah Proses Analisa ini selesai karena Dinas Kesehatan sebagai pengguna Anggaran wajib mempertanggung jawabkan semua kegiatan pengguna anggaran negara tersebut,” cetus Rohmat.

LPI juga sedang melakukan investigasi lebih jauh karena jelas di tahun 2018 diduga keras adanya kegiatan yang berbau KKN di RSUD Sagaranten pada pengadaan krey untuk RSUD tersebut hal itu juga sedang LPI dalami sementara bukti bukti sudah ada beberapa termasuk pihak pengada barang yang diduga belum dibayar oleh pihak RSUD Sagaranten.

“Maka dengan hal itu LPI menegaskan akan menggali semua kegiatan yang di lakukan oleh Dinkes Sukabumi Mulai dari 2016 sampai dengan 2024 dan semua hasil analisa yang nanti telah dilakukan dan dilalui akan diserahkan ke Kejaksaan Agung RI karena jelas penggunaan anggaran untuk bidang kesehatan bukan uang sedikit yang di kucurkan Pemkab Sukabumi sedangkan dibeberapa kegiatan kita masih melihat jauh dari kata layak,” ungkapnya.

“Akses kesehatan yang didapat masyarakat termasuk alkes, sterilisasi tempat tempat kesehatan , dan masih banyak lagi lainya LPI juga siap all out dalam penyikapan terhadap Dinkes Sukabumi yang mana diduga keras ada beberapa kegiatan yang diduga keras melanggar UU KIP,” pungkasnya.

Sampai Berita ini diterbitkan pihak Dinkes belum bisa dikonfirmasi. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *