LEBAK  

LPI Minta Penegakan Hukum Terhadap Oknum Pelaku Perusakan Pintu Puskesmas Malingping dan Mengutuk Keras Prilaku Premanisme

banner 120x600

Ketum Lpi : Bersuara Boleh Jadi Sok Jagoan Jangan Pergerakan Jangan Dinodai Oleh Arogansi Tapi Kualitas Otak Yang Di Kedepankan.

Lebak, CNC MEDIA.- Rohmat Hidayat, Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mengatakan Kepada awak media pihaknya mengutuk keras prilaku seperti preman yang diduga keras dilakukan oleh sekelompok orang yang melakukan Audiensi di Puskesmas Malingping dengan ketidak puasan terhadap hasil Audiens ada oknum dari kelompok tersebut yang diduga melakukan perusakan terhadap fasilitas milik negara. Kamis (28/12/2023).

Lanjut Rohmat dengan apa yang dilakukan oleh salah satu oknum yang ada pada kelompok tersebut jelas menggambarkan ketidak dewasaan dalam fungsi sebagai kontrol sosial untuk lingkungan yang mana dunia Pergerakan tidak mengedepankan Ego melainkan mengedepankan pemikiran.

“Bagaimana bisa merealisasikan aspirasi dari masyarakat serta melakukan tugas dan fungsi sebagai kontrol sosial jika arogansi yang dikedepankan apalagi berlaga seperti preman sampai tangtang sana sini, saya sampaikan kurang nya pendewasaan dalam sikap pengkaderan sehingga seperti itu, sini mainnya kurang jauh biar paham di daerah luar seperti apa biar saya ajari pergerakan yang dewasa dan seperti apa kerasnya pergerakan diluar jangan jadi jagoan kampung dengan ego dan arogansi mengatasnamakan pergerakan,” cetus Ketum LPI. Kamis (28/12/2023).

Dengan adanya hal tersebut LPI mendesak Kapolsek Malingping dan Kapolres Lebak agar segera memproses secara aturan yang berlaku tanpa adanya komfromi dalam hal ini apalagi telah terjadi perusakan terhadap Fasilitas milik negara yang mana jelas ada aturan yang mengatur itu semua bahkan Lpi mendesak sampai ke ranah pidana yang mana diduga keras ada unsur pidana yang dilakukan.

LPI juga mengingatkan semua pihak agar lebih dewasa dalam pergerakan apalagi mengatasnamakan keluhan masyarakat karena jelas mandat dari masyarakat perlu direalisasikan namun dengan cara yang elegan dan teratur, “Bukan sok jagoan seperti selayaknya preman apalagi sampai merusak fasilitas milik negara yang mana perlu pengkaderan agar lebih dewasa dalam hal bersuara,” pungkasnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *