LEBAK  

LMDH Cipeundeuy Laporkan Pihak Pengerjaan Lapangan Bola di Kawasan Hutan Lindung

banner 120x600

Lebak, CNC MEDIA.- Kawasan hutan lindung (HL) yang berada di Desa Cipeundeuy masuk dalam wilayah kerja BKPH Malingping KPH Banten. Baru-baru ini kawasan tersebut ramai diperbincangkan, lantaran ada sebagian lahan yang dijadikan lapangan bola bahkan ironisnya pengerjaan lapangan sepak bola itu dikerjakan dengan mengunakan alat berat loder atau beko kecil dan menggunakan damtruk untuk mengangkut tanahnya.

Padahal seharusnya hutan lindung itu harus dijaga tidak boleh dirusak oleh siapapun,yang berakibat berubah fungsi hutan, supaya hutan tidak gundul dan terjaga kelestariannya.

Sebelumnya Hambali S.H selaku Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cipeundeuy sudah melaporkan ke Dirjen Penegakan Hukum Kementrian LHK dan DPR RI komisi 4 di Jakarta pada Hari Rabu tanggal 06-04-2022.

“Ya kang kita sudah laporkan kejadian ini ke Penegak hukum kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,juga ke DPR RI komisi 4 (Empat),” ungkapnya saat ditemui oleh wartawan di kediamannya.

Tomi Hadiwijaya, S.Pd selaku Sekdes Desa Cipeundeuy mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan di kawasan kehutanan itu, sebenarnya atas dasar keinginan masyarakat terutama pemuda bahkan uangnya pun dari iuran masyarakat, kami dari pihak desa hanya memfasilitasi alat berat saja, ditambah Desa Cipeundeuy ini tidak punya lapangan.

“Ya pak itu kan masyarakat yang mau bangun lapangan kita hanya mencarikan alat beratnya saja dan juga itu uang yang digunakan untuk biayanya pun hasil iuran masyarakat,” ungkapnya.

“Kita juga sudah komunikasi dengan Pihak BKPH Malingping terkait pembangunan lapangan tersebut, meskipun tidak ada surat ijin dari pak Aspernya.” tambahnya.

Sementara itu, Pak Nendih selaku Asper BKPH Malingping KPH Banten saat ditemui di kantornya mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan laporannya yang nantinya akan dilaporkan ke pihak kepolisian sektor Malingping pada hari Senin mendatang.

“Ya kita akan laporkan kejadian itu ke pihak berwajib pada hari Senin nanti tanggal 11-04-2022. Mengenai pembuatan lapangan di Cilajim yang dimana lapangan tersebut berada di dalam kawasan Hutan Lindung, pihak kami tidak pernah mengijinkan kegiatan kepada pihak yang mengerjakan kegiatan pembuatan lapangan bola tersebut, baik secara tertulis maupun secara lisan, karna kami tidak tau kalo ada kegiatan pembuatan lapangan tersebut,” tuturnya,

“Ya kita tidak tahu kalo ada kegiatan tersebut, kami diberitahu setelah kejadian ramai dilapangan ada masalah baru mereka kemari meminta ijin, ya tidak kita ijinkan. Dengan dalih apapun itu jelas melanggar aturan,” jelasnya,

“Bahkan saat itu petugas dilapangan yaitu Abah Do’ih meminta untuk memberhentikan kegiatan tersebut kepada pihak yang melakukan pengrusakan kawasan hutan tersebut, apalagi mereka menggunakan alat berat Loder atau doser dan mobil Damtruk untuk menggali dan meratkan tanah,” ungkapnya. (Hasanudin/Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *