BANTEN  

FP-LH KAB. SERANG AKAN MELAPORKAN PT LBI YANG DIDUGA MERUSAK TANAH WARGA DESA KAREO

banner 120x600

SERANG (CNC MEDIA) – Forum Peduli Lingkungan Hidup (FP-LH) Kabupaten Serang akan melaporkan atau buka LP diduga PT LBI telah merusak tanah milik warga desa Kareo.

Forum Peduli Lingkungan Hidup melakukan aksi unjuk rasa di lingkungan PT LBI di desa Gabus, massa unjuk rasa menuntut agar PT Lautan Baja Indonesia merespon tuntutan warga desa Kareo tersebut. Kamis (4/7/2024).

Aksi unjuk dipimpin langsung oleh Arizal Peni. S.H, Faisal Rahman.S.H, Devi Irawan, S.T., S.H, Korlap oleh Ahmad Fauzi dan Zulfikar.

Dalam orasinya menyampaikan yang menjadi tuntutan warga yang selama ini PT belum merespon dalam bentuk mediasi sudah dilakukan oleh warga dan pemilik lahan atau sawah yang dirugikan dalam waktu yang lalu, “Di hari ini kami datang kembali dalam tuntutan yang sama kepada PT Lautan Baja Indonesia, namun kali ini Aksi kami diduga ada berapa oknum yang berniat mengacaukan atau gesekan entah dari pihak mana, kami tidak tau, tetapi aksi kami tersebut akhirnya tidak terpancing karena kami percaya kepada pihak pengaman TNI-Polri mengamankan di lokasi tersebut.

Pihak PT Lautan Baja Indonesia segera melakukan pemulihan lahan persawahan masyarakat desa Kareo yang terkena dampak.

Yang menjadi tuntutan warga adalah agar perusahaan memberikan Kompensasi dan pembuatan saluran air atau Drainase.

Pengunjuk rasa dari pukul 9.00 Wib sampai menunggu pihak perusahaan akhirnya perwakilan warga Peduli Lingkungan Hidup (FP-LH) mengajak mediasi bersama pihak masyarakat yang telah dirugikan tersebut.

Pada saat mediasi, Agus pihak PT Lautan Baja Indonesia mengatakan, “Apa yang menjadi keluhan warga Kareo sedang kami Proses, seperti melakukan pemulihan persawahan dan membuat saluran air atau Drainase,” katanya.

“Kalau untuk Kompensasi, PT LAUTAN BAJA INDONESIA tidak bisa memberikan dikarenakan sudah memberi kesempatan beberapa warga Koreo untuk bekerja disini kurang lebih sebanyak 10 orang,” ujarnya.

Agus beserta jajarannya bersikukuh mengaku bahwa tanah /sawah tersebut sudah milik perusahaan, namun pada saat dicek lokasi tersebut bersama-sama warga pemilik lahan sawah, bahwa tanah tersebut masih milik warga Desa Kareo dari pihak LBI mengakui bahwa tanah itu masih milik warga Kareo belum menjadi milik PT LBI.

Di tempat yang sama, A Rizal Peni ,S.H warga Kareo yang terkena dampak mengatakan, “Yang pertama kami meminta kompensasi atas kerugian selama satu tahun yang terdampak banjir dan sawahnya ke’urug. Disampaikan langsung oleh pihak perusahaan bahwa perusahaan tidak bisa memberikan konpensasi pembuatan saluran air,” kata Rizal.

Rizal membenarkan bahwa pihak perusahaan sudah berupaya untuk membuatkan saluran air akan tetapi pembuatan saluran air menjadi bermasalah karena lahan yang untuk dijadikan drainase atau saluran air itu tanahnya masih milik warga sehingga pembuatan saluran air distop untuk sementara.

“Pihak perusahaan mengklaim bahwa tanah itu milik LBI ternyata pas kami cek lokasi bersama yang punya lahan ternyata lahan tersebut masih milik Warga, dan kami berencana akan melaporkan kejadian ini buka LP” tutupnya.

Sumaya (35) kepada awak media menjelaskan tanah yang sedang dikerjakan untuk saluran drainase bukan tanah perusahaan, melainkan tanah warga.

“Ya pak, tadi kami ke lokasi pengerjaan drainase, tapi kita lihat itu bukan tanah PT LBI, tapi tanah warga, dan tanah saya juga terkena urugannya, makanya tadi di lokasi sempat bersitegang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja AMJ Kecamatan Jawilan menyayangkan kepada pihak PT Lautan Baja Indonesia tidak mengecek lebih dulu atas lahan milik warga, sampai harus warga memprotes bahkan sampai aksi dan diduga perusahaan merusak sawah warga, dalam pengakuan perwakilan perusahaan hasil cek lokasi bersama warga pemilik sawah.

“Terus selama ini kemana aja dari pihak perusahaan tersebut jika benar lahan tersebut milik warga wajib hukumnya diselesaikan secara aturan,” kata Enday Hidayat saat dihubungi melalui telepon selulernya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *