LEBAK  

Viral! Oknum Wartawan Terjatuh dari Sepeda Motor saat Kontrol Sosial, Minta Ganti Rugi ke Kepala Desa

Gambar ilustrasi

LEBAK, CNC MEDIA – Sebuah voice note (VN) yang beredar luas di media sosial menjadi topik hangat, setelah seorang oknum wartawan yang mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor meminta ganti rugi dan pertanggungjawaban dari kepala desa. Insiden tersebut terjadi saat yang bersangkutan mengklaim sedang melakukan kontrol sosial di Desa, dalam VN tersebut jelas disebut desa Cilangkap di Kabupaten Lebak pada Selasa (3/5/2025).

Dalam rekaman yang beredar, oknum wartawan tersebut menyampaikan keberatan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak desa, dengan alasan bahwa kecelakaan terjadi saat dirinya sedang menjalankan tugas kontrol sosial.

VN tersebut memicu beragam reaksi dari warganet dan masyarakat, sebagian besar menganggap tuntutan tersebut tidak berdasar, mengingat kejadian tersebut merupakan kecelakaan pribadi.

Informasi yang dihimpun tim awak media menunjukkan banyak komentar netizen yang mencemooh tuntutan tersebut.

“Jangan-jangan nanti istrinya mau melahirkan juga minta tolong sama Jaro (Kepala Desa),” tulis salah seorang netizen, menyoroti tuntutan yang dianggap tidak masuk akal.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas oknum wartawan yang bersangkutan belum jelas, meski dalam VN disebutkan bahwa dirinya sedang melakukan kontrol sosial di desa.

Lebih mengejutkan lagi, dalam tuntutannya, oknum tersebut meminta uang untuk membeli sayap motor, biaya pijat, dan bahkan mengancam akan membuat berita rilis jika tidak ada kesepakatan dari kepala desa.

Akibat viralnya VN tersebut, kalangan wartawan turut bereaksi dan mengecam tindakan tersebut, karena jika benar terjadi, insiden ini berpotensi merusak citra profesi jurnalis.

Organisasi jurnalistik dan pemerhati media pun menyoroti etika profesi dalam kejadian ini, terutama terkait tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh oknum wartawan tersebut.

“Tujuan pemberitaan ini bukan untuk menyingkirkan rekan wartawan yang belum menempuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau pendidikan jurnalis lainnya, tetapi untuk mengingatkan pentingnya memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebelum terjun ke lapangan,” ujar seorang pemerhati media.

Dengan viralnya kasus ini, banyak pihak yang berharap adanya perbaikan dalam pemahaman profesi wartawan, agar citra jurnalis tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesan negatif di mata publik maupun narasumber. (Red-CNC)