BANTEN  

Tuntutan Soal Kasus KIP Belum Dikabulkan, Pendemo di UNMA Banten Duduki Kampus

Peserta demo menduduki kampus dengan menginap dan memasang tenda di Halaman Gedung Fakultas Hukum dan Sosial (FHS).
Peserta demo menduduki kampus dengan menginap dan memasang tenda di Halaman Gedung Fakultas Hukum dan Sosial (FHS).
banner 120x600

Pandeglang (CNC MEDIA) – Setelah selama seminggu berturut-turut melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat Universitas Mathla’ul Anwar Banten, kini peserta demo menduduki kampus dengan menginap dan memasang tenda di Halaman Gedung Fakultas Hukum dan Sosial (FHS). Aksi menginap tersebut dilakukan sejak Hari Selasa (14/5) sampai Rabu (15/5/2024).

Pengunjuk rasa menuntut agar universitas mengabulkan empat tuntutan pokok yakni selesaikan kasus dugaan korupsi KIP dan Pungli, cabut pemecatan terhadap Dekan FHS serta anulir pengangkatan PJS Dekan FHS.

Aksi selama beberapa hari di UNMA Banten tersebut dilakukan lantaran pihak universitas belum juga menemui mereka.

Selanjutnya para pengunjuk rasa juga akan melakukan demontrasi di Polda Banten pada Kamis (16/5/2024).

Gelaran aksi di Polda Banten karena kasus dugaan korupsi KIP sudah dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda, setelah sebelumnya dilaporkan ke Polres Pandeglang.

Dikatakan Korlap aksi, Firman Habibi, aksi demo itu tidak akan berhenti sampai keempat tuntutan mereka dikabulkan oleh pihak universitas.

Mereka juga meminta agar Rektor UNMA tidak menutup diri untuk beraudiensi dengan mereka.

“Yang jelas pejabat kampus dari mulai rektor sampai jajarannya tidak kooperatif terhadap aksi kita, mereka malah menganggap kami sebagai musuh dan pembuat kegaduhan,” kata Firman.

Padahal, lanjut Firman, aksi yang berjilid-jilid ini dilakukan murni oleh mahasiswa dan alumni UNMA Banten. Seharusnya pihak universitas dapat mengakomodir dan kooperatif terhadap aksi mereka.

“Kami ini kan anak-anak mereka, sangat wajar saat kami menyampaikan kritik untuk perubahan UNMA, jangan malah mendiskriminasi kami, toh yang kami kritisi itu sebuah persoalan yang sudah lama turun temurun, kami sayang MA, kami juga sangat sayang tempat kami belajar, tapi jangan ajarkan kami sesuatu yang melanggar aturan,” ucapnya.

Dalam aksi menyampaikan aspirasi itu, para pendemo juga menyegel kampus dengan cara mengunci gerbang masuk ke lingkungan UNMA menggunakan gembok dan kawat berduri. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *