LEBAK  

PMII Rayon Terbuka Malingping Gelar Diskusi Bahas Ilmu Jurnalistik

banner 120x600

LEBAK, CNC MEDIA.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Terbuka Malingping Komisariat UNMA Banten – Malingping menggelar diskusi interaktif dengan tema “Mengenal Jurnalistik media masa di Era Digital 4.0” sekaligus buka bersama, bertempat di sekretariat PMII Rayon Terbuka Malingping tepatnya di Kampung Cikadu, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Kamis (28/04/2022).

Dalam kegiatan diskusi itu membahas terkait ilmu jurnalistik bersama nara sumber yakni Chaedar Widodo (wartawan senior), Haes Rumbaka (Pemred media LineNews), dan Usep Setiana (Redaktur media Sekilas Indonesia).

Disampaikan Hendrik Arrizqy, Ketua Rayon Terbuka Malingping, terimakasih kepada seluruh jajaran Komisariat. Mengenai media jurnalistik, dewasa ini sering kita dapati bahwa jurnalistik sangat dibutuhkan, termasuk mahasiswa. Kita harus bisa memikirkan dampak positif dan negatif.

“Mahasiswa disiapkan untuk menjadi pelopor dan juga citra dari informasi segala aspek di sosial masyarakat. Jangan sampai termakan hoax yang era sekarang sedang marak. PMII mempunyai tekad dan kemauan di bidang jurnalistik, kami membuka ruang agar lebih memahami tentang jurnalistik,” kata Hendrik.

Saat menyampaikan materi, Haes Rumbaka, menuturkan, kita harus benar-benar mampu meneliti hasil dari karya jurnalistik, “Ada media sosial dan ada media massa, media massa itu bisa dipertanggungjawabkan. Dan karya jurnalistik itu dilindungi oleh undang-undang pers,” jelasnya.

Pers merupakan pilar ke 4 demokrasi, kata Haes, kita memiliki kebebasan seluas-luasnya dan memiliki 5 fungsi, “Salahsatunya adalah edukasi artinya memberikan pembelajaran dan wawasan kepada masyarakat terkait informasi yang diberikan dalam sebuah pemberitaan,” imbuhnya.

Dipenghujung diskusi, Chaedar Widodo, wartawan senior asal Lebak Selatan, memaparkan, berita adalah informasi tapi tidak setiap informasi itu punya nilai berita, akan tetapi setiap berita punya nilai informasi, “Dalam pemberitaan, tidak ada satu pun opini dari jurnalis itu sendiri, semuanya adalah fakta dari sumber,”

Alat untuk mendeteksi berita berpotensi hoax atau tidak adalah dengan 5W1H, yaitu :
What : Apa yang terjadi?
Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?
Why : Mengapa hal itu bisa terjadi?
When : Kapan peristiwa itu terjadi?
Where : Di mana peristiwa itu terjadi?
How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?

“Dengan demikian, maka kita akan terhindar dari hoax,” pungkasnya.

Diketahui, usai buka bersama, diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait jurnalistik. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *