Garut, CNC MEDIA.- Seorang pelajar di Garut, Jawa Barat membuat geger karena mengaku dihamili jin. Kekinian, terungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait fenomena tersebut.
Berikut fakta-fakta terkait pelajar di Garut yang mengaku dihamili jin:
Masih Pelajar SMP
Seorang pelajar di Garut membuat geger karena melahirkan anak yang diakuinya karena dihamili jin. Remaja yang masih berusia 13 tahun itu duduk di bangku kelas 1 SMP.
Melahirkan dibantu bidan
Kasus ini awalnya terungkap ketika seorang pelajar melahirkan anak dibantu bidan di desanya pada Desember 2022.
Kepala Desa setempat, Solahul Gina lantas menelusuri bagaimana pelajar tersebut bisa hamil.
Menurut keterangan ibunya, sang anak mengaku dihamili jin. Gina yang mendapatkan laporan tersebut pun tidak langsung mempercayainya.
Dihamili ayah tiri
Menurut Gina, paman korban lantas membuat laporan ke polisi lalu kehamilan anak tersebut pun diselidiki oleh polisi.
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan setelah melakukan pendalaman terungkap bahwa korban dihamili oleh ayah tirinya, AAS (45).
“Berdasarkan hasil pendalaman, ternyata pelaku yang menghamili korban adalah ayah tirinya sendiri,” ujarnya, Kamis (9/2/2023).
Menurut Rio, ibu korban menikah dengan pelaku lalu mereka bertiga tinggal di satu rumah.
Pelaku diringkus
Setelah itu, pihak kepolisian pun menangkap dan menahan AAS di Mako Polres Garut.
Rio mengatakan pelaku yang kini berstatus sebagai tersangka telah mengakui perbuatan bejatnya itu.
Diperkosa 15 kali
Rio menjelaskan pihaknya telah mengerahkan tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut untuk melakukan pendalaman.
Hasilnya, terungkap bahwa AAS telah melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak 15 kali.
Menurut Rio, pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah mereka saat sang istri lengah.
Ibu korban tidak menaruh curiga terhadap AAS karena ia menganggap suami barunya itu sangat sayang kepada anaknya.
Rio mengatakan pelaku melakukan aksinya saat ibu korban berada di dapur dan halaman rumah.
Sang anak sebetulnya sempat teriak namun sang ibu hanya menganggapnya sebagai candaan karena anaknya itu kerap bercengkrama dengan pelaku. (Red-CNC)
















