Pernyataan AUN Mematik Suhu Panas KNPI Kota Sukabumi, Rohmat Hidayat: Jangan Asal Mangap Anda Jangan Urusi Dapur Kami Dan Saya Ingatkan Apakah Anda Jadi Ketua Hasil Konstitusi?

SUKABUMI, CNC MEDIA – Ramai pemberitaan yang dibuat oleh Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi versi Riyano Panjaitan, Nurul Jaman Hadi atau yang akrab disapa Kang Aun, sebagaimana dikutip dari Radarjabar.com.

Dalam pemberitaan tersebut, Aun menyebut bahwa Musda KNPI yang akan digelar kubu Rohmat Hidayat pada 13 Desember 2025 adalah ilegal.

Pernyataan itu langsung memantik respons keras dari Rohmat Hidayat, Ketua DPD KNPI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2028. Menurut Rohmat, apa yang disampaikan Aun adalah keliru dan menunjukkan ketidakpahaman terhadap arah organisasi.

“Hari ini, bicara dualisme di tingkat nasional saja ada lima. Kalau versi kami dianggap ilegal, lalu yang legal itu yang mana?” tegas Rohmat. Kamis (11/12/2025).

Rohmat menyayangkan narasi yang menyebut Musda ilegal. Ia menegaskan hal tersebut tidak bisa dibiarkan dan pihaknya akan mengambil langkah tegas.

Lebih lanjut, Rohmat menambahkan bahwa jika kepemimpinannya dianggap ilegal, maka perlu dipertanyakan legalitas pihak lain.

“Apakah yang dipilih jadi ketua hasil barter, bukan hasil konstitusi, dianggap legal? Anda salah jika bicara begitu. Itu menunjukkan belum paham ber-KNPI,” ujarnya.

Rohmat juga mengingatkan agar pihak lain tidak mencampuri urusan internal.

“Jangan usik urusan dapur orang, urus saja dapur Anda sendiri. Kiblatnya berbeda, jadi tidak usah ikut campur. Terkait OKP, biarkan mereka menentukan pilihan dan melihat kubu mana yang punya irisan yang benar,” katanya.

Sebagai organisasi kepemudaan, Rohmat menegaskan bahwa pihaknya memiliki legitimasi jelas.

“Kami punya rumah di Rasuna Said, satu-satunya gedung pemuda di tingkat nasional. Jika ada pihak yang mengganggu jalannya Musda KNPI Kota Sukabumi, kami tidak akan tinggal diam. Kalau ada yang merasa lebih legal, mari kita buktikan bersama di depan publik,” tandasnya.

Dengan adanya polemik ini, KNPI Jawa Barat mengingatkan semua pihak untuk tidak mengurusi dapur orang lain. Rohmat menegaskan, bicara dualisme di tingkat nasional saja ada lima, sehingga jika ada gerakan tambahan yang mengganggu jalannya Musda, pihak KNPI Jawa Barat akan mengambil langkah tegas. (Red-CNC)