LEBAK, CNC MEDIA – Pondok Pesantren Miftahul Ulum (MU) menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menggelar berbagai perlombaan bertema “Menghidupkan Pesantren dengan Nilai Kemandirian”. Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 September 2025 di Kampung Babakan Jaha, Desa Rahong, Kecamatan Malingping.
Sebanyak 42 peserta putra-putri mengikuti beragam lomba keilmuan dan keagamaan, seperti:
– Adzan
– Hadorot
– Pembacaan Kitab Awamil
– Tahfidzul Qur’an Juz Amma
– Jurumiyah
– I’anatut Tholibin Juz 1
dan lainnya.
Ketua pelaksana sekaligus Lurah Ponpes, Saepul, menegaskan bahwa perlombaan ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, melainkan sarana membentuk mental santri yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Santri seringkali dipersepsikan serba bisa saat kembali ke kampung halaman. Padahal, kemampuan itu tumbuh seiring mental yang terlatih. Ada yang bisa karena terbiasa, ada yang tidak bisa karena belum terbiasa,” ujar Saepul dalam sambutannya.
Acara dibuka oleh salah satu pimpinan Ponpes, Aa Asep, yang menekankan pentingnya keberanian mental dalam proses belajar dan berkompetisi.
“Kita ngaji dan terus ngaji. Mental harus jadi pondasi keberanian santri untuk masa depan,” tuturnya.
Guru Anom turut mengutip Syekh Ibnu Malik dari Kitab Alfiyah sebagai pengingat bahwa kebaikan adalah sumber kekuatan pribadi.
“Senang pada kebaikan adalah juga kebaikan. Berbuat baik membuat pribadimu menarik. Santri harus kuat mental luar dalam, berani tampil di hadapan audiens. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, dihadiri oleh sekitar 200 orang dari kalangan santri dan masyarakat sekitar. (Khotib-CNC)
















