Masyarakat Dalam Bayang Bayang Ketakutan Rawan Bencana Longsor dan Banjir, Bupati Sukabumi Sedang Asik Santai Umrohan, Aktivis Miris Tidak Ada Kepedulian Kepada Rakyatnya

banner 120x600

Sukabumi, CNC MEDIA.- Akibat hujan dengan intensistas tinggi mengakibatkan Longsor yang melumpuhkan akses jalan Kabupaten di Kampung Cibuhung, Desa Mangunjaya, Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/1/2024).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada pukul 02.00 Wib dini hari, yang mengakibatkan Rumah salah seorang warga Kampung Cibuhung RT 01 RW 02 Adnan (50) tertimpa material longsoran.

Saat dikonfirmasi, P2BK Bantargadung Sihabudin menuturkan, hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan terjadinya Longsor yang mengakibatkan 1 unit rumah tertimpa material longsoran dan menutupi ruas jalan Kabupaten dengan panjang yang diperkirakan mencapai 60 meter.

“Kejadian ini terjadi menurut warga sekitar Pukul 02.00 pagi tadi, beruntung rumah yang tertimpa longsoran tidak apa-apa hanya barang elektronik ikut tertimbun,” tuturnya, Selasa (23/1/2024).

Evakuasi material longsoran tersebut juga, lanjut kata Sihab, dibantu oleh Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Pemadam Kebakaran untuk mengevakuasi material longsor yang menutupi badan Jalan Kabupaten yang menghubungkan antar kampung yang merupakan Akses Utama.

“Material Longsoran menutup Akses Jalan menuju kantor Desa Mangunjaya, Desa Buanajaya dan tidak dapat di lalui oleh motor maupun mobil, Personil Gabungan dari Koramil, Polsek, P2BK, PLN, BPBD, Pemdes dan Kecamatan beserta warga masih melakukan upaya penanggulangan bencana,” jelasnya.

Di Lain tempat aktivis pengamat lingkungan dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (AMAKI) Paiman Tamim ikut angkat bicara dan menyinggung kepedulian Kepala Daerah kepada masyarakatnya yang mana di tengah ketegangan masyarakat serta perasaan waswas dengan dihantui perasaan takut akan terjadinya bencana alam di musim penghujan yang lumayan intensitasnya tinggi di wilayah Kabupaten Sukabumi sehingga membuat kekhawatiran yang luar biasa akan terjadinya longsor dan banjir yang mana Sukabumi dikenal dengan banyaknya tebing dan wilayah curam serta aliran sungai yang cukup banyak.

Namun miris menurut Paiman yang mana Bupati Sukabumi di tengah perasaan was was masyarakatnya malah sedang santai berlibur menjalankan ibadah umroh yang bukan menjadi suatu kewajiban yang mana bagi para pejabat umroh sering kali dijadikan ajang refresing atau wisata religi hal ini jelas patut di pertanyakan kepedulian pemimpin daerah kepada rakyatnya dan seperti apa saja langkah langkah yang di ambil karena jelas wilayah Kabupaten Sukabumi masuk kategori wilayah rawan bencana longsor.

“Seharusnya sebagai seorang kepala Daerah yang dipilih oleh masyarakat harus lebih mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat bukan mengedepan kan kepentingan pribadinya yang mana sebagai pejabat publik adalah pelayan bagi publik,” pungkas Paiman. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *