LEBAK  

Komitmen Nyata Kelompok 08 BKM USBR Bangkitkan Semangat MARIMBA di Panggarangan

LEBAK, CNC MEDIA — Kelompok 08 Bakti Karya Mahasiswa (BKM) dari Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) terus menunjukkan komitmen dalam menggerakkan program unggulan MARIMBA secara berkelanjutan di Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (3/8/2025).

Tak hanya menggelar seminar dan edukasi, BKM Kelompok 08 menggandeng Gerakan Masyarakat Lebak Selatan (GMLS) untuk melakukan aksi nyata di lapangan, mulai dari pemberdayaan sumber daya manusia hingga pemanfaatan fasilitas desa untuk mendukung proses pendidikan.

Pada malam Minggu (3/8/2025), BKM 08 yang dipimpin oleh Muhamad Relly Maulid menggelar Gebyar MARIMBA, sekaligus prosesi serah terima program MARIMBA berkelanjutan kepada masyarakat. Acara ini turut diramaikan oleh pesta rakyat berupa perlombaan anak-anak, pentas seni, dan pembacaan budaya lokal.

Perwakilan GMLS, Dayah, menyampaikan apresiasi atas semangat BKM 08 yang meneruskan perjuangan generasi GMLS dalam membangun MARIMBA. Sementara itu, Ketua BKM 08, Relly, menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas keterbatasan pelaksanaan program, seraya berharap masyarakat dapat memaklumi proses yang masih terus berkembang.

Kegiatan ini sekaligus menandai hari ke-18 pelaksanaan program unggulan BKM 08, yang telah memasuki fase akhir.

Inovasi Peduli Lingkungan

Selanjutnya, BKM 08 menggagas program inovatif pembuatan BAK Sampah sebagai solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah di desa. Program ini bertujuan untuk mendorong penguraian sampah menjadi pupuk dan juga mendukung praktik pembakaran terkontrol. Upaya ini sekaligus membuka jalan edukasi baru bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

“Kami tidak hanya ingin mengubah pola pikir, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan. Kolaborasi MARIMBA bersama GMLS adalah bentuk upaya menjawab tantangan masyarakat Panggarangan,” ujar Relly optimis.

Pak Yatna, Kabid Pendidikan BKM 08, menambahkan bahwa imajinasi dan dukungan lintas elemen, mulai dari kepala desa hingga bupati, menjadi kunci keberlanjutan program ini.

Relly berharap seluruh program unggulan BKM 08 mendapat dukungan serius dari para pendahulu dan pemangku kebijakan agar inovasi dan kolaborasi dapat terus berkembang secara partisipatif.

“BKM 08 Desa Panggarangan bisa menjadi pelopor desa yang sadar, aktif, dan mampu membawa perubahan positif,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, BKM Kelompok 08 USBR menegaskan bahwa desa bukan sekadar ruang tinggal, melainkan pusat strategis pembangunan masa depan yang bersih, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (Red-CNC)