LEBAK, CNC MEDIA – Dugaan minimnya transparansi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat. Kali ini terjadi di SD Negeri 1 Cikarang, Desa Cikarang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.
Seorang anggota Komite Sekolah yang tidak ingin disebutkan identitasnya secara terbuka menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam proses pengelolaan dana BOS.
“Saya merasa Komite hanya dijadikan simbol, tidak pernah tahu alokasi dana BOS, bahkan laporan pertanggungjawaban pun tidak pernah kami lihat,” tegasnya saat diwawancarai media, Senin (29/7/2025).
Keluhan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait akuntabilitas dan tata kelola anggaran di SDN 1 Cikarang. Padahal, berdasarkan ketentuan yang berlaku, keterlibatan Komite Sekolah dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) adalah kewajiban, bukan pilihan.
“Ini bukan sekadar soal etika komunikasi, tapi menyangkut tata kelola uang negara. Jika Komite tidak dilibatkan, lalu siapa yang mengawasi?” imbuhnya dengan nada kecewa.
Dugaan praktik tertutup seperti ini dinilai rawan menimbulkan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran, apalagi Dana BOS merupakan dana publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat.
Masyarakat berharap agar instansi terkait segera turun tangan dan melakukan audit terhadap pelaksanaan dana BOS di SDN 1 Cikarang, sekaligus memastikan seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Lebak menjalankan prinsip transparansi dan partisipasi publik sebagaimana diamanatkan regulasi.
Sementara, saat dikonfirmasi Kepala Sekolah dan ditemani dua orang Komite Menjelaskan mengaku sudah melibatkan komite sekolah dalam hal apapun. Adapun informasi dari salah satu Anggota komite yang merasa tidak dilibatkan mungkin itu hanya miskomunikasi.
“Disini sudah saya hadirkan ketua Komite sekolah, sudah saya undang semuanya, tapi banyak yang tidak hadir. Silahkan rekan-rekan tanya saja ke komite nya,” ungkap Kepsek.
Selanjutnya, Ketua Komite sekolah menjelaskan bahwa ia sempat kaget ada informasi seperti ini.
“Saya sempat kaget ada informasi seperti ini saya langsung tanya satu satu anggota yang berbicara ke media. Untuk itu kami hadir ke sekolah untuk mengklarifikasi informasi ini atas undangan kepala Sekolah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Mungkin ini bagian daripada pengingat kami, dan kami menilai ini hanya miskomunikasi salah satu anggota komite. Untuk itu, dengan adanya informasi ini, kami akan terus komunikasi antar sesama anggota komite. Sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media sudah menginformasikan hal ini. Dan akan saya evaluasi,” lanjutnya. (Iwan-CNC)
















