BARU 01 Benih Bantuan Dinas Pertanian Diduga Raib Entah Kemana, Gapoktan Ngaku menerima bibit nihil di tempatnya

banner 120x600

Pandeglang, CNC MEDIA.- Bantuan benih padi dari Dinas Pertanian Kab Pendeglang diduga diselewengkan Gapoktan.

Ditengah pandemi Covid-19 Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang setiap musim cocok tanam padi rutin berikan bantuan berupa benih padi ke Kecamatan Cigeulis namun bantuan di tahun ini Juni 2021 ditengah maraknya wabah Covid19, tidak transparan para kelompok tani di kecamatan Cigeulis dugaan sementara benih padi tersebut diselewengkan oleh oknum poktan di Kecamatan Cigelis, Minggu (13/06/2020).

Diketahui Benih padi bantuan dari dinas pertanian turun ke kecamatan Cigeulis, Juni 2021 yang diterima langsung oleh petugas pertanian kecamatan Cigelis (PPL) namun Sampai saat ini benih tersebut belum di ketahui di masing-masing kelompok tani yang ada di kecamatan Cigeulis, pasalnya ada kelompok tidak bisa menunjukan adanya bibit padi tersebut oleh salah satu Gapoktan di Desa Karangbolong.

Marjaya selaku Kelompok Tani di kampung Cigeulis Barat, Desa Karangbolong ketika dipertanyakan terkait bantuan bibit dari Dinas Pertanian, Poktan tersebut mengakui adanya tapi sementara tidak bisa menunjukkan keberadaan barang tersebut, yang diperuntukkan untuk pembibitan lahan kering atau Huma bahkan pada saat dikonfirmasi malah menyampaikan suatu argumen atau penyampaian yang kurang tepat.

Di tempat yang berbeda salah satu kelompok tani di Desa Ciseureuheun inisial MSI di Kecamatan Cigeulis, mengakui dapatnya bantuan bibit padi dari dinas pertanian dengan sebanyak 1600 kg untuk 2 kelompok ketika dipertanyakan dan hasil survey di lapangan ternyata dugaan barang tersebut dialihkan ke pihak lain atau praduga dijual bibit bantuan dari pertanian tersebut mengatakan ada di salah satu gudang yang biasa di tentukan tempat untuk penyimpanan di Kampung Ciseureuheun.

Ditempat terpisah Akhmadi selaku pemilik penggilingan padi saat di dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa ketitipan bibit padi pada dirinya sebagai mana pak Misri katakan.

“Saya selaku pemilik penggilingan dan gudang penjemuran padi selama ini belum ada padi yang dari pertanian di titip di sini,” tutunya. (NS-CNC)

Redaksi CNC MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *