Lebak, CNC – Dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter mulai terasa di wilayah Lebak Banten. Hal ini dapat terlihat dari antrian panjang jenis kendaraan motor, kini kendaraan mobil roda empat pun ikut mengantri.
Supriadi, pengendara mobil yang mengantri mengatakan baru kali ini dirinya mengisi bensin jenis Pertalite, namun antri panjang.
“Biasanya ga begini mau isi bensin mobil, paling kalau antri juga 2 atau 3 mobil. Ini sampai panjang keluar SPBU, dan biasanya juga paling yang antri motor. Jelas kenaikan Pertamax berpengaruh, soalnya ga biasanya kayak gini. Yang kami khawatirkan, kalau Pertalite kosong, lalu kami terpaksa membeli Pertamax yang mahal akibat kenaikan harga terlalu tinggi,” ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.
Sementara itu, pengendara motor, Iyan nulhadi, mengeluhkan kenaikan harga Pertamax yang terlalu tinggi.
“Motor saya biasa pake Pertamax, namun karena terlalu tinggi naiknya, terpaksa beralih ke Pertalite. Karena naiknya ga kira-kira, sedangkan perekonomian lagi seperti ini tidak stabil. Mana setiap SPBU selalu antri panjang untuk pembelian Pertalite,” ungkapnya.
Terlihat antrian panjang kendaraan yang akan mengisi BBM tersebut di SPBU Simpang Malingping, Lebak Banten pada siang hari, Kamis 18 Juni 2026. Disinyalir antrian panjang tersebut dikarenakan dampak kenaikan BBM jenis Pertamax dan sejumlah SPBU kemungkinan mengalami kekosongan BBM jenis Pertalite.















