LEBAK, CNC MEDIA – Audiensi antara para petani sawit TBS Plasma yang dipimpin Ketua APKASINDO Banten bersama pihak PTPN Distrik IV PKS Kerta Jaya berujung kisruh akibat tidak adanya solusi terkait keluhan dan permintaan petani. Para petani meminta ganti rugi atas dugaan pengurangan timbangan TBS oleh pihak pabrik yang menyebabkan kerugian besar, pada Selasa (08/04/2025).
Kerusuhan di Kantor PTPN
Aparat keamanan dari TNI dan Polri berupaya melerai aksi massa yang tidak terkendali, namun kerusuhan tetap terjadi. Beberapa fasilitas kantor rusak akibat amukan massa. Para petani bahkan mendesak masuk ke kantor distrik PTPN setelah audiensi pertama yang diadakan di aula distrik tidak menghasilkan kejelasan.
Upaya Meredakan Ketegangan
Kerusuhan mereda beberapa menit kemudian, setelah beberapa perwakilan petani dan APKASINDO berhasil masuk ke kantor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk melakukan audiensi kedua. Namun, pintu masuk ke kawasan pabrik dijaga ketat oleh aparat keamanan, sehingga sebagian petani tidak bisa mengikuti audiensi. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kericuhan lebih lanjut.
Pernyataan Petani terkait Kerugian
Salah satu petani yang turut dalam aksi tersebut menyampaikan keluhan mereka terhadap pihak PTPN.
“Kami, para petani bersama APKASINDO, meminta kejelasan terkait ganti rugi akibat adanya dugaan pengurangan timbangan yang telah merugikan kami sebagai petani sawit. Sikap pihak PTPN yang bertele-tele, seolah tidak mau bertanggung jawab, membuat massa kesal atas omongan yang memutar-mutar,” ungkapnya.
Situasi Pasca Audiensi
Kericuhan akhirnya mereda setelah audiensi yang dipimpin Ketua APKASINDO Banten berlangsung di kantor Pabrik Kelapa Sawit PKS. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Pabrik Kelapa Sawit PKS Kerta Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para petani. (Bj-CNC)
















