LEBAK, CNC MEDIA – Kejadian sapi qurban yang mengamuk di Masjid Agung Surabaya pasca salat Idul Adha memunculkan beragam spekulasi dan persepsi masyarakat. Aktivis pemerhati sosial, Eli Sahroni, menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan dari semesta atas adanya ketidakadilan terhadap rakyat Indonesia.
Menurut Eli, sapi qurban yang dibeli menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya adalah hasil jerih payah seluruh rakyat Indonesia. Namun, daging qurban tersebut hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat.
“APBN itu duit rakyat Indonesia secara menyeluruh, tak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi seorang presiden. Qurban yang hanya dinikmati sebagian kecil rakyat tidak mencerminkan rasa keadilan,” tegas Eli Sahroni. Rabu (27/5/2026).
Ia menilai sikap Presiden Prabowo Subianto tidak mencerminkan keadilan sosial. Memanfaatkan anggaran negara untuk ibadah qurban adalah tindakan yang tidak seharusnya dilakukan, terlebih manfaatnya tidak dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Tidak seluruh rakyat Indonesia menikmati daging sapi yang dibeli dari APBN. Itu duit rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.
Eli Sahroni meminta agar ke depan Presiden Prabowo tidak lagi melakukan kesalahan serupa. Ia menekankan bahwa ibadah qurban maupun sedekah harus menggunakan dana pribadi, bukan uang negara.
“Silakan berqurban, tapi gunakanlah uang pribadi. APBN itu milik rakyat,” tegas aktivis Banten tersebut. (Red-CNC)















