LEBAK  

Dugaan Pengolektifan Kartu PKH dan BPNT Masih Terjadi di Desa Wangunjaya

LEBAK, CNC MEDIA – Program bantuan sosial (bansos) pemerintah seperti PKH dan BPNT yang seharusnya mendorong kemandirian dan meminimalisasi praktik pungutan liar (pungli), justru kembali menjadi sorotan. Kamis (19/6/2025)

Tim awak media menemukan dugaan bahwa praktik pengumpulan kartu ATM dan buku tabungan milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih terjadi di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa dan Agen Brilink

Menurut informasi yang dihimpun, oknum perangkat desa (prades) Wangunjaya diduga masih melakukan pengolektifan kartu dan buku tabungan KPM, yang kemudian dibawa ke agen Brilink milik seseorang bernama Dede, yang diketahui merupakan anak dari Kepala Desa Wangunjaya.

Seorang warga Kampung Cikareo, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, “Di sini mah, Pak, kalau ada bantuan turun, kartu ATM dan buku tabungan sering dikumpulkan sama Pak RT. Biasanya langsung dibawa ke tempat Dede, anaknya Pak Jaro. Nanti uangnya saja yang dikasih, nominalnya kita tidak tahu pasti,” ujarnya.

Kades dan Agen Brilink Bungkam Saat Dikonfirmasi

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Desa Wangunjaya, Maman, tidak memberikan tanggapan bahkan memblokir nomor awak media.

Hal serupa dilakukan oleh Dede, pemilik agen Brilink yang dikaitkan dengan praktik tersebut, juga memblokir nomor wartawan, sehingga kesan menutup diri terhadap upaya konfirmasi menguat.

Desakan Investigasi dan Penindakan dari Pihak Berwenang

Dengan adanya indikasi pelanggaran ini, awak media meminta agar aparatur penegak hukum (APH), termasuk unit Tipidkor Kabupaten Lebak, segera melakukan investigasi langsung ke lapangan.

Jika ditemukan adanya praktik yang melanggar hukum, maka pihak yang terlibat harus ditindak secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wangunjaya belum berhasil dikonfirmasi, karena nomor WhatsApp wartawan telah diblokir. (Iwan-CNC)