LEBAK, CNC MEDIA – Fenomena serangan lalat yang meresahkan warga terjadi di Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Ribuan lalat yang masuk ke permukiman warga mengganggu kenyamanan, diduga berasal dari delapan kandang ayam milik sejumlah pengusaha lokal, yang berdampak pada lingkungan sekitar.
Warga Keluhkan Serangan Lalat dan Dampaknya terhadap Kesehatan
Dalam beberapa video amatir yang beredar, tampak ribuan lalat memenuhi rumah-rumah warga, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.
Seorang warga Desa Kandangsapi, SN, mengungkapkan ketidaknyamanannya atas serangan lalat hijau yang diduga berasal dari peternakan ayam di desa tersebut.
“Kami merasa kurang nyaman akibat adanya kandang ayam, terutama karena beberapa pemilik diduga tidak memperhatikan kebersihan kandang. Ada kandang yang tidak menggunakan skam, sehingga kotoran menumpuk dan dibuang sembarangan, bahkan ada yang sengaja membuang limbah ke sungai,” ujar SN, pada Jumat (30/5/2025).
Tak hanya SN, warga lainnya juga merasakan dampak serangan lalat yang mengganggu aktivitas di rumah, terutama saat makan dan beristirahat, sehingga meningkatkan kecemasan akan risiko penyakit yang dibawa lalat.
Musyawarah Warga dan Kesepakatan dengan Pengusaha Peternakan
Warga telah menggelar musyawarah di Kantor Desa Kandangsapi, yang dihadiri oleh kepala desa serta beberapa pengusaha peternakan ayam. Namun, sebagian pengusaha tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kami hanya meminta agar pengusaha ternak menjaga kandang ayam mereka supaya lalat tidak menyerang rumah kami. Jujur, kondisi ini sangat mengganggu,” ujar seorang warga.
Dalam musyawarah tersebut, Ikatan Pemuda Kandang Sapi (IPEKA) dan pengusaha ternak menyepakati beberapa poin untuk penanggulangan wabah lalat, yang dituangkan dalam perjanjian berikut:
1. Pihak pengusaha ternak ayam (Pihak Kedua) akan memberikan penanganan khusus terkait wabah lalat selama dua periode.
2. Manajemen kandang ayam akan ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan limbah kotoran ayam.
3. Jika dalam dua periode (lima bulan) wabah lalat masih terjadi, maka sistem kandang akan dimigrasikan dari sistem rak ke sistem yang menggunakan skam.
Harapan Warga terhadap Pemerintah dan Penegak Perda
Warga berharap pihak terkait, khususnya Penegak Perda Kecamatan Cijaku, bisa memberikan himbauan kepada pengusaha ternak ayam di Desa Kandangsapi agar mematuhi standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan, guna mencegah dampak buruk terhadap warga sekitar.
“Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dan penegak aturan agar masalah ini segera terselesaikan. Kami ingin lingkungan yang nyaman tanpa gangguan serangan lalat,” pungkas seorang warga.
Dengan adanya kesepakatan antara warga dan pengusaha peternakan, diharapkan pengelolaan kandang ayam dapat lebih baik, sehingga masalah serangan lalat tidak lagi mengganggu kehidupan warga Desa Kandangsapi. (Bj-CNC)
















