LEBAK  

UT Malingping Gelar Diskusi Keperempuan Peringati Harlah KOPRI Nasional ke 55

Lebak, CNC MEDIA.- Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Terbuka – Universitas Terbuka Malingping mengadakan Diskusi Keperempuanan untuk memperingati Harlah KOPRI Nasional Ke- 55 Tahun 2022 yang bertepatan pada tanggal 29 November kemarin dengan mengusung tema diskusi “Perempuan Sebagai Pilar Peradaban Bangsa” ditengah-tengah agenda Malam Keakraban (MAKRAB) yang diselenggarakan oleh pengurus Rayon Terbuka pada Sabtu Malam, 03-04 Desember 2022.

Bertempat di kawasan wisata pantai Kalapa Warna, Adapun tema yang diusung dalam Malam Keakraban tersebut yaitu “Menyatukan Persepsi Anggota Rayon, Menuju Rayon Terbuka Berdaya Saing dan Produktif“. Dihadiri oleh jajaran pengurus komisariat dan beberapa orang pengurus cabang serta Pengurus Koordinator Cabang.

Sahabati Juwita Permatasari, Ketua KOPRI Rayon Terbuka, Menyampaikan kepada media bahwa, Peran perempuan sebagai pilar peradaban bangsa Indonesia ini tentunya tidak terlepas sejak masa perjuangan kemerdekaan atau tepatnya pada era kolonialisme bangsa Barat tentu kita kerap membaca dan menemukan berbagai permasalahan pelik dan rumit yang dialami masyarakat Indonesia yang hidup di zaman itu.

“Mulai dari perbudakan, diskriminasi sosial, agresi senjata, sengketa wilayah yang berujung pada peperangan dan pembantaian warga masyarakat lokal, permasalahan ekonomi, disintegrasi suatu wilayah, hingga pada isu penindasan terhadap kaum perempuan telah menjadi sebuah catatan kelam dari perjalanan panjang negara Indonesia dalam cita-cita menjadi bangsa yang merdeka,” paparnya.

Lanjut Juwita, Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, telah lahir para tokoh perempuan yang rela berjuang selama masa hidupnya demi kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus berjuang untuk melindungi dan menjaga hak-hak hidup perempuan sebagai bagian penting dari masyarakat Indonesia, sebut saja Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Raden Dewi Sartika dan lainnya.

Sementara Anita Maudy selaku pengurus Koordinator Cabang juga sebagai pemantik dalam diskusi tersebut memberikan penjelasan, “Banyak hal yang perlu dipelajari dalam menyingkap disiplin ilmu keperempuanan diantaranya yang sering ditemukan mengenai kesetaraan gender yang ada korelasinya dengan perempuan sebagai pilar peradaban, jika kita dapat mengutip suatu istilah yaitu. Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya,” ujarnya.

Beliau melanjutkan, Hal ini menunjukkan tugas perempuan sangatlah berat karena negara menjadi taruhannya. Nasib negara tidak semata-mata bergantung pada pemimpin negara, tetapi justru dari keadaan kaum perempuannya.

“Dalam hal ini, Wanita memang bagian dari masyarakat, tapi seluruh masyarakat, terlahir dari sosok yang bernama wanita. Jadi wanita lah yang akan menentukan wajah dari sebuah peradaban dari suatu negeri. Kalau hari ini kita menilai betapa rusaknya moral anak bangsa, maka para perempuan perlu mengevaluasi diri terhadap peran yang dilakukan selama ini,” jelasnya.

Selanjutnya Sahabat Sam’un Right, Salah seorang perwakilan pengurus cabang PMII Kabupaten Lebak, menegaskan bahwa sebagai perempuan sebelum melangkah lebih jauh kita harus tahu betul fungsi dan kewajiban perempuan itu sendiri, dalam berbagai aspek yang dapat dijadikan tolak ukur dan tidak lepas dari tanggungjawabnya diskala sosial masyarakat, maupun adat istiadat yang berkembang yang dalam hal ini bisa memposisikan nilai-nilai individualistik dalam perkembangan global.

Terpantau kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi hangat dan hiburan sebagai ajang rekreasi dan relaksasi bagi seluruh anggota. (Jae-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *