SERANG, CNC MEDIA – Seorang ibu tunggal dari Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Apiah, menyampaikan surat terbuka melalui unggahan video di Facebook kepada Bupati Serang, Ibu Ratu Rahmatu Zakiah, dan Gubernur Banten, Bapak Andra Sony. Ia memohon perhatian dan bantuan atas kasus pencabulan yang menimpa anaknya yang masih di bawah umur pada 10 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Apiah menuturkan bahwa pelaku merupakan warga sekitar Kopo. Pada hari kejadian, ia langsung melapor ke Polsek Kopo dan kemudian diarahkan ke Polres Serang. Malam itu juga ia mendatangi Polres Serang, namun diarahkan kembali ke PPA Provinsi Banten.
“Pada tanggal 11 Mei saya sudah datang ke PPA, lalu tanggal 15 Mei saya diantar ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus. Namun sampai tanggal 22 Mei tidak ada kabar, tidak ada kejelasan sama sekali,” ungkap Apiah.
Ia menambahkan bahwa kondisi mental anaknya semakin terguncang. “Sebagai seorang ibu, saya tidak bisa hanya diam. Anak saya sudah trauma, sementara pelaku masih berkeliaran di sekitar rumah,” ujarnya dengan suara bergetar.
Apiah menegaskan bahwa bukti visum, foto, dan dokumen pendukung sudah diserahkan kepada penyidik. Ia juga telah menjalani BAP dan saksi-saksi sudah dipanggil. Namun hingga 23 Juni 2026, pelaku belum ditangkap.
“Saya takut kalau pelaku belum ditangkap, bisa terjadi lagi hal yang sama. Saya harus bekerja, tapi saya juga harus menjaga anak saya. Saya mohon kepada Ibu Bupati Serang dan Bapak Gubernur Banten untuk turun tangan,” tegasnya.
Apiah juga menyampaikan terima kasih kepada aktivis Pratiwi Novianti (Teh Novi) yang telah mendampingi dirinya. Namun ia menekankan bahwa langkah hukum harus segera dilakukan agar anaknya bisa kembali pulang dengan aman.
(CNC day)















