LEBAK, CNC MEDIA — Ribuan jamaah memadati Kampung Gunungkendeng, Desa Gunungkendeng, pada Minggu pagi (31/8/2025) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dalam Lingkungan Masyarakat,” sebagai wujud kecintaan umat terhadap Rasulullah dan komitmen mempererat silaturahmi antarwarga.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Gunungkencana, H. Santibi, yang menekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman hidup.
“Maulid bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar beliau.
Tokoh masyarakat setempat, Abi Anda, turut menyampaikan pesan kebudayaan dan spiritualitas dalam sambutannya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga tradisi keislaman yang telah diwariskan secara turun-temurun, sekaligus memperkuat solidaritas lokal.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), H. Enur, menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga dan dukungan berbagai pihak.
“Kehadiran ribuan jamaah hari ini adalah bukti bahwa semangat ukhuwah Islamiyah terus tumbuh di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Acara semakin semarak dengan penampilan para qori nasional dan lokal:
– Kiyai Aan Hidayat dari Gunungkencana
– Kiyai Sahrudin dari Cijaku
– Ustadzah Nadia Hawasyi, Qori Nasional Provinsi Banten
– Qori cilik berbakat dari Desa Gunungkendeng: M. Sibti dan Muhammad Hisyam Kabbany.
Puncak acara diisi oleh tausiyah dari Kiyai Andi, ulama kharismatik asal Malingping, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah beliau menggugah hati para jamaah dan memperkuat semangat kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gunungkendeng tahun ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman, budaya lokal, dan semangat gotong royong tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Lebak. (Asep Regar-CNC)
















