LEBAK  

Petani Baduy mulai lakukan gerakan tanam padi huma awal bulan September

banner 120x600

Lebak, CNC MEDIA.- Petani Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten mulai melakukan gerakan tanam secara serentak awal bulan September 2023 sesuai kalender adat untuk memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi bagi mereka.

“Kami sudah membuka ladang hingga pembakaran kayu-kayu dan ilalang rumput untuk melakukan tanaman padi huma,” kata Santa Setiawan (45), seorang petani Baduy di Lebak, Kamis (31/8/2023).

Gerakan penanaman padi huma itu, dengan cara “mengaseuk” atau melubangi tanah dengan memasuki dua butir padi di areal ladang.

Masyarakat Baduy hingga kini masih mempertahankan pertanian ladang, karena merupakan warisan leluhur nenek moyang dan tidak boleh dilakukan pelanggaran.

Pertanian ladang di lahan darat itu, karena ramah lingkungan juga terjaga penghijauan dan pelestarian alam. Karena itu, petani Baduy dilarang menanam padi di areal persawahan.

“Kami menanam padi huma tahun ini seluas 1,5 hektare di lahan milik Perum Perhutani di Blok Cicuraheum Gunungkencana,” kata Santa.

Begitu juga petani Baduy lainnya, Pulung (55), mengatakan dirinya menanam padi huma kemungkinan Jumat (1/9/2023) dan kini sudah selesai melakukan pembakaran kayu-kayuan dan ilalang.

Gerakan penanaman padi huma diharapkan berjalan lancar, sehingga bisa menghasilkan panen padi.

Saat ini, kata dia lagi, cadangan pangan padi humanya memiliki sekitar 3 ton, bahkan padi 20 tahun lalu masih ada disimpan di “leuit” atau lumbung.

Masyarakat Baduy hingga kini andalan kehidupannya dari pertanian ladang untuk memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi.

“Kami nanti di pertanian ladang, selain menanam padi huma juga sayur-sayuran, palawija dan pisang serta tanaman keras dengan sistem tumpang sari,” kata Pulung.

Sedangkan, tetua adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan gerakan penanaman padi huma di ladang-ladang petani dilakukan awal bulan September 2023 sesuai jadwal kalender adat dan panen enam bulan ke depan yakni April 2024.

Petani Baduy tetap melakukan gerakan tanam tidak mengenal kondisi alam, seperti saat ini terjadi kemarau.

“Kami┬átidak boleh menanam padi huma mundur pada Oktober mendatang,” kata Jaro Saija.

Ia menyebutkan, masyarakat Baduy sekitar 4.000 kepala keluarga itu pada awal bulan September melakukan gerakan tanam padi huma di ladang-ladang yang tersebar di kawasan hak tanah ulayat adat juga di luar kawasan adat.

Saat ini perkampungan Baduy tampak sepi, karena memasuki musim tanam padi huma itu.

“Kami berharap pelaksanaan tanam padi huma berjalan lancar dan bisa dipanen tanpa serangan hama penyakit tanaman,” katanya pula. (Red-CNC/source Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *