BANTEN  

PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI ARAB SAUDI OVERSTAY, KELUARGA PANIK 

Kab Serang, CNC MEDIA.- Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama FHH merasa khawatir dan panik akan nasib SNI yang ada di Saudi, hal itu meminta bantuan kepada Pemerintah terkait melalui Serikat Pekerja Migran Indonesia Patriot Pancasila (SPMI PP) Kabupaten Serang Banten untuk memulangkan ibunya atas nama SNI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Arab Saudi, yang selama tiga tahun berada di Saudi Arabia, dengan usia yang cukup tua menjadi kendala untuk melanjutkan kontrak kerja.

Menurut FHH, ibunya dengan usia yang sekarang sudah tidak kuat lagi melakukan kegiatan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan kerap minta bantu untuk diurus kepulangannya, apa lagi ditinjau dari kontrak kerja sudah overstay, selain itu gaji yang seharusnya diterima SNI setiap bulannya lancar entah kenapa tersendat hingga saat ini belum juga dibayarkan sekira lebih kurang 14 bulan gaji, persoalan lain komunikasi SNI selaku PMI dengan pihak keluarga kerap terkendala sampai terjadi 4 bulan tanpa kabar.

Hal ini membuat FHH selaku keluarga merasa khawatir dan panik akan nasib SNI, hingga hal ini diadukan FHH ke SPMI PP Kabupaten Serang agar bisa membantu urus Kepulangan Ibunya, seperti yang diungkap Khumaini selaku Ketua SPMI PP kabupaten Serang Banten kepada awak Media, Rabu (28/9/2022).

“Kemarin FHH selaku Keluarga PMI datang Ke kantor kami perihal aduan terkait persoalan ibunya atas nama SNI yang 3 tahun jadi ART di Arab Saudi, persoalan klasik yang memang kerap dialami hampir kebanyakan PMI di timur tengah menimpa SNI seperti komunikasi dengan pihak keluarga terkendala, tidak digaji atau belum terima gaji, Overstay, persoalan ini mestinya tidak menimpa PMI sekira Control pihak Otoritas Pemerintah Indonesia lebih peka akan nasib pahlawan Devisa kita,” ungkapnya.

Sisi lain, lanjut Khumaini, dengan awamnya PMI akan resiko keberangkatan PMI khususnya ke timur tengah dengan jalur Nonprosedural melalui Calo PJTKI karena adanya iming iming, kerap jadi pemicu berbagai persoalan seperti yang dialami SNI.

“Sedari itu kami selaku SPMI PP hadir untuk menjadi penyambung lidah PMI dengan segudang persoalannya, kami berupaya membantu dengan berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait dalam hal ini KBRI atau KJRI Arab Saudi,” ujar Khumaini.

Melaui awak media SPMI PP meminta kepada pemeritah agar SNI secepatnya mendapatkan hak nya serta bisa dipulangkan dengan selamat walaupun ditilik dari kronolgis, SNI diduga berangkat ke timur tengah melalui jalur Nonprosedural. 

“Sedari itu melalui permohonan atas nama kemanusiaan kami selaku pengurus SPMI PP meminta kepada pemerintah pihak Otoritas KBRI atau KJRI agar membantu kepulangan PMI atas nama SNI, karena pihak sponsor atau yang memberangkatkan diduga lari dari tanggung jawab,” ungkapnya lagi.

“Upaya kami selaku SPMI PP dalam persoalan ini akan melaporkan secara resmi terkait dugaan adanya sindikat TPPO di wilayah hukum provinsi Banten yang semakin menjamur. Karena sudah kita ketahui bersama bahwa Pemerintah RI telah memberlakukan moratorium pengiriman buruh migran pada di negara-negara timur tengah sejak tahun 2015 berdasarkan Kepmen nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Penggunaan Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah,” tegasnya kepada awak media. (Wahyu-CNC)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *