Naik 10 Persen Pekerja Sumringah, Upah Minimum Provinsi Telah Diputuskan

Menaker Ida Fauziyah
banner 120x600

Jakarta, CNC MEDIA.- Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengumumkan besaran kenaikan upah minimum untuk tahun 2023.

Melalui Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan no.18 tahun 2022 disampaikan bahwa kenaikan upah minimum naik sebesar 10 persen.

Mengacu pada Peraturan Kementerian tersebut Upah Minimum Provinsi 2023 tertinggi masih dipegang oleh Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp.5.106.038.

Dengan perhitungan tersebut, diketahui UMP tertinggi adalah di DKI Jakarta sebesar Rp 5,1 juta dan yang terendah adalah di Jawa Tengah Rp 1,99 juta. Sebelumnya UMP pada tahun 2022 masing-masing di DKI Jakarta dan Jawa Tengah sebesar Rp 4,6 juta dan Rp 1,8 juta.

Tak menjamin daya beli naik

BPJS Watch pesimistis Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum 2023, dapat menjamin daya beli buruh terjaga di tengah ancaman krisis dan lonjakan inflasi tahun depan. Pasalnya, aturan itu muncul dari formula baru perhitungan upah minimum yang salah satu unsurnya dikalikan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Permenaker Nomor 18 ini belum otomatis memastikan daya beli buruh tidak turun di 2023. Ini bisa terjadi karena adanya faktor alpha yang dikalikan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar pada Minggu, 19 November 2022.

Seperti diketahui, beleid tersebut menetapkan formula perhitungan kenaikan upah minimum 2023 sebagai berikut berdasarkan upah minimum tahun berjalan UM(t) ditambah dengan penyesuaian nilai upah minimum yang sebelumnya telah lebih dulu dikalikan dengan UM(t).

Adapun nilai upah minimum merupakan penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi dan α (alpha). Timboel menduga formula ini bisa menyebabkan kenaikkan UMP 2023 tidak otomatis lebih tinggi dari inflasi 2023. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *