LEBAK, CNC MEDIA — Sejumlah pasien dan keluarga pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping menyampaikan keluhan terkait aktivitas pedagang asongan yang merambah area rumah sakit, khususnya di sekitar trotoar depan Unit Gawat Darurat (UGD), setiap malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Lapak-lapak dagangan yang dibuka secara sembarangan dinilai mengganggu kenyamanan dan akses pejalan kaki.
“Trotoar jadi sempit, kami yang menunggu pasien harus berjalan memutar atau berhimpitan dengan lapak pedagang,” ujar salah satu keluarga pasien, H. End, yang sedang menunggu anggota keluarganya dirawat. Jumat (29/8/2025).
Padahal, pihak rumah sakit telah menyediakan kantin resmi di samping musholla untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengunjung dan pasien. Namun, keberadaan pedagang liar justru menciptakan kesan semrawut dan tidak tertib, terkesan ada pembiaran dari pihak sekuriti RSUD.
“Kalau malam, suasananya seperti pasar malam. Penjual asongan menggelar dagangan di depan UGD, trotoar sangat tidak nyaman dilihat dan menghalangi pejalan kaki” tambah H. End.
Warga berharap pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah dapat segera menertibkan aktivitas pedagang liar ini demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan estetika lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat tenang bagi proses penyembuhan. (Red-CNC)
















