LEBAK  

Kepala Desa Cipining Awasi Pembangunan Kandang Ayam Petelur

LEBAK, CNC MEDIA – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Cipining yang dikelola Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) khusus Anak Buah Kandang (ABK) menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025. Program ini diprioritaskan pada usaha ternak ayam petelur yang berlokasi di Blok Cipining, Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (5/1/2026).

Kepala Desa Cipining, Kasta Wijaya, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi pembangunan kandang ayam petelur. Kandang tersebut dibangun oleh TPK khusus pangan yang terdiri dari enam ABK dengan anggaran sebesar Rp180 juta, atau 20 persen dari Dana Desa tahun 2025.

“Alhamdulillah, pembangunan kandang ayam petelur sudah mencapai 100 persen. Tinggal pemasangan torn berkapasitas 1.000 liter dan pemagaran di sekeliling kandang. Setelah itu baru masuk ke tahap pembelanjaan ayam petelur,” ujar Kasta.

Ia menjelaskan, anggaran digunakan untuk pembangunan kandang, pengeboran air beserta perlengkapannya, serta penerangan. Selanjutnya akan dibelanjakan 650 ekor ayam petelur beserta pakan.

Kandang ayam dibangun sesuai Rencana

Anggaran Belanja (RAB) dengan ukuran 4 x 30 meter, dan dikerjakan oleh tenaga ahli lokal warga Cipining. Lahan yang digunakan merupakan milik warga dengan sistem sewa.

Kasta optimis program ternak ayam petelur ini dapat meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta menambah pendapatan masyarakat. Program ini juga mendukung kegiatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga.

Ketua TPK ABK, Nasarudin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa atas dukungan program ketahanan pangan.

“Kami yakin usaha ternak ayam petelur ini akan berhasil karena pemasarannya sudah jelas. Ke depan, kami berharap TPK dapat berkembang menjadi BUMDes agar lebih mandiri,” kata Nasarudin.

Sementara itu, Bendahara TPK khusus pangan, Junaedi, menegaskan pihaknya akan mengelola anggaran Rp180 juta dengan sebaik-baiknya.

“Dana ini akan kami gunakan secara optimal agar menghasilkan keuntungan signifikan demi mewujudkan desa maju dan mandiri,” tutupnya penuh semangat. (Yanto-CNC)