LEBAK, CNC MEDIA – Jagat media sosial di Kabupaten Lebak dihebohkan dengan beredarnya video pendek yang memperlihatkan sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga terkontaminasi belatung. Peristiwa tersebut terjadi di MI Al-Hadid, Kampung Cijahi, Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (28/9/2026).
Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam dari para wali murid dan warga setempat. Ironisnya, ratusan siswa dilaporkan telah menyantap hidangan program prioritas tersebut sebelum keberadaan belatung disadari oleh beberapa murid. Video singkat yang kini telah dibagikan ribuan kali itu memicu kemarahan publik, yang menilai kelalaian ini sangat fatal karena menyangkut langsung kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak sekolah.
Menanggapi gejolak di masyarakat, Wakil Bupati Lebak sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, menegaskan pihaknya segera menerjunkan tim investigasi ke lapangan.
“Tim Satgas MBG sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan penelusuran, mengecek langsung kondisi di lapangan, serta mengumpulkan fakta terkait proses distribusi makanan tersebut,” ujar Amir Hamzah. Kamis (1/10/2026).
Meski demikian, desakan warga terkait kepastian sanksi atau pemutusan kerja sama terhadap penyedia jasa makanan (SPPG) masih bergulir. Menjawab hal itu, Amir Hamzah menegaskan keterbatasan kewenangan Satgas daerah.
“Mengenai sanksi atau suspend terhadap penyedia, itu bukan berada di bawah kewenangan Ketua Satgas maupun Pemkab Lebak, melainkan sepenuhnya kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Satgas kabupaten sifatnya melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi hasil temuan lapangan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan kelalaian bermula saat makanan tiba dan langsung dibagikan kepada siswa tanpa melalui prosedur pemeriksaan awal (quality control) di sekolah. Keberadaan belatung baru terungkap setelah sejumlah siswa mulai memakan porsi mereka.
Pasca-kejadian dan setelah rekaman video ramai diperbincangkan, pihak penyedia jasa makanan (SPPG) dikabarkan telah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada pihak sekolah. Kendati demikian, masyarakat berharap BGN dan Satgas MBG dapat mengusut tuntas kasus ini serta memperketat pengawasan distribusi agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain. (Yanto-CNC)
















