LEBAK, CNC MEDIA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, melaksanakan program penanaman pisang dan singkong melalui anggaran Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun 2025.
Penanaman pisang dilakukan di Blok Kadu Bongkok, sementara singkong ditanam di Blok Cipager. Program ini merupakan hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang disepakati pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kepala Desa Sukarame, Asep Sahrudin, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan desa lebih memprioritaskan sektor pertanian dengan menanam singkong dan pisang jenis Cavendish. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp189.491.000 (seratus delapan puluh sembilan juta empat ratus sembilan puluh satu ribu rupiah).
“Kini kondisi tanaman sudah memasuki hari ke-40 dan mulai memasuki proses pemekaran daun,” ujar Asep kepada wartawan CNC di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, Asep menuturkan alasan BUMDes Sukarame memprioritaskan penanaman singkong dan pisang Cavendish. Menurutnya, mayoritas masyarakat desa memang menanam singkong, sehingga BUMDes dapat menampung hasil pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pisang Cavendish merupakan varietas populer dengan cita rasa manis, tekstur lembut, serta kaya vitamin. Nantinya BUMDes dapat menyuplai hasil panen kepada pengelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG), bahkan petani bisa menjual ke pasar luar dengan harga menjanjikan,” jelasnya.
Asep optimistis, melalui penanaman singkong dan pisang, BUMDes Sukarame dapat menghantarkan desanya menuju status Desa Mandiri. (Yanto-CNC)
















