banner 728x250

Cuma Hal Sepele, Santri Diduga Dianiaya Oknum Pengurus Ponpes Kun Karima Pandeglang

  • Bagikan
banner 468x60

Pandeglang, CNC MEDIA.- Santri yang diduga korban penganiayaan oleh oknum Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Kun Karima di Kadomas, Pandeglang sempat dilarikan ke IGD.

RN mendapatkan luka disekujur tubuhnya, diduga akibat dipukuli oleh benda tumpul dan ditendang dibagian mata sempat dilarikan ke IGD oleh pihak keluarga.

banner 336x280

Orang tua korban tak kuasa menahan tangis, hal itu lantaran melihat anaknya dipenuhi luka disekujur tubuhnya.

Dugaan penganiayaan itu terjadi setelah orang tua korban menjenguk sang anak ke Ponpes Kun Karima.

“Pas jenguk ibu saya histeris, menjerit liat anak udah bonyok. Di bawa paksa di naikin ke mobil buat ke IGD,” ujar Tya Utari saat di chat melalui Facebook Messenger, Rabu 24 November 2021 malam.

Tya menceritakan, aksi dugaan penganiayaan tersebut dilakukan oleh oknum Pengurus Ponpes kepada sang adik karena hal sepele.

Saat itu, kata Tya, sang adik keluar dari lingkungan ponpes untuk membeli nasi uduk karena lapar.

“Selepas shalat magrib, RN beserta satu orang temannya keluar dari lingkungan Pondok Pesantren Kun Karima untuk membeli uduk sampai tidak ikut berjamaah shalat Isya,” kata Tya.

Baca juga :  Sandiaga Uno Resmikan Kampung Agrinex Cikeusik Pandeglang, Begini Kata Kepala Dinas Pertanian Banten

Pada pukul 10 malam selepas kegiatan muhadoroh, semua teman yang satu kamar disuruh tidur, kecuali korban beserta temanya bernama Azis.

“Pas saat itu, korban diberikan hukuman dengan di push up sebanyak 150 kali, sambil menjalani hukuman push up kepada korban di tendang hingga mengenai mata,” jelas Tya.

Tak hanya itu, korban pun diinjak dibagian perut. Tak puas, dua oknum Pengurus Pondok Pesantren yang kebetulan pengurus kamar juga menutupi muka dan badan korban.

Sambil ditutup muka dan badan korban, dua pelaku memukuli korban menggunakan bambu.

“Adik saya udh minta ampun, ampun ampunan tapi ga ada ampun Kejadian sampe jam 11 malem,” ucap Tya.

Tak terima dengan perlakuan oknum pengurus Pondok, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Akhirnya kita buat laporan ke pihak yg berwajib,” jelasnya.

Redaksi CNC MEDIA
Source Tipologi.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *