BNN Gagalkan Penyelundupan 450 Kg Ganja Dalam Truk Muatan Pisang Di Bekasi

Bekasi, CNC MEDIA.- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengagalkan penyelundupan ratusan kilogram ganja yang disembunyikan dalam truk bermuatan pisang BE 8722 UX di Kawasan Perumahan Pesona Metropolitan, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (10/8/2020).

Diperkirakan barang bukti daun
haram yang diamankan petugas sebanyak 450 kilogram.

“Perkiraan barang bukti yang disita mencapai setengah ton. Masih dilakukan penghitungan, dua orang sudah kami amankan,” ungkap Direktur Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di lokasi penggerebekan pada Senin (10/8/2020).

Menurut dia, penangkapan dilakukan setelah dilakukan pengintaian dari Lampung.

“Modus ini sepertinya masih ada kemiripan dengan yang lalu mengangkut narkotika yang dicampur dengan beras dan biji jagung dan sekarang dicampur dengan pisang,” tambahnya.

BNN juga menangkap dua orang dari penggerebekan itu dan memburu sejumlah pelaku lainnya.

“Yang jelas ini adalah konsumsi yang diperuntukkan untuk pada pengguna di Jakarta.Namun demikian ini masih melakukan penghitungan sekaligus akan kita timbang untuk memastikan berapa barang bukti yang kita sita, apakah barang bukti ini dengan kualitas baik atau kurang dari itu kita selidiki dan akan kita timbang, apakah kualitas barang ini rencana akan dikirim ke Jakarta,” jelasnya.

Baca juga :  Saat PPKM Darurat, Kades di Banyuwangi Gelar Hajatan di Kantor Desa

Selain itu truk berpelat BE 8722 UX yang berisi ganja sudah dilakukan penyitaan.

Dikatakan Deputi Bidang Pemberantasan BNN bahwa kejadian yang sudah berulang tersebut
akan dievaluasi mengingat modus tersebut terbilang sering dilakukan.

“Kita tentu akan lebih teliti lagi, lebih cermat lagi memeriksa angkutan hang menggunakan truk besar seperti ini dengan dalih mengangkut logistik dan hasil bumi seperti ini,” tandasnya.

Truk bernomor polisi BE 8722UX beserta tersangka berinisial BL dan FH dibawa petugas BNN, sementara pisang yang menjadi kamuflase penyelundupan barang haram itu dibagikan kepada warga sekitar.

“Apakah kualitas dari barang bukti ini merupakan kualitas yang baik, atau kualitas nomor satu atau kurang dari itu, nanti akan kita lihat perkembangannya,” ucap Irjen Pol Arman Depari menambahkan. (WS-CNC).

Redaksi CNC MEDIA.

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *