Oleh: H. Eli Sahroni – Pengamat Politik Lokal Banten
Nama Nabil Jayabaya bukanlah sosok asing bagi masyarakat Lebak. Ia dikenal sebagai tokoh muda visioner dari keluarga besar politik Banten, yakni H. Mulyadi Jayabaya. Sebagai pengusaha dengan segudang pengalaman dan figur yang rajin turun ke masyarakat, Nabil dinilai memiliki peluang cukup besar dalam kontestasi politik Pilkada Lebak mendatang.
Saat ini, Bendahara Umum DPP Gapensi tersebut telah resmi bergabung dengan Partai Demokrat pada momentum Musda V Partai Demokrat Banten. Adik kandung Bupati Lebak, Hasby Asidiki Jayabaya, ini tampil berbeda di tengah generasi muda. Kendati lahir dari keluarga dinasti, Nabil menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kecil dan menengah serta memiliki jiwa kepemimpinan yang patut diperhitungkan.
Meski demikian, Nabil belum serius membicarakan pencalonan politik. Namun, sosok muda visioner ini sangat mungkin didapuk menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak pada Muscab V Partai Demokrat Lebak yang direncanakan berlangsung akhir Agustus ini.
Modal Besar Nabil Jayabaya
1. Brand keluarga
Nama “Jayabaya” masih memiliki daya jual kuat di Lebak, terutama wilayah Lebak Selatan. Jaringan relawan dan loyalis warisan Mulyadi Jayabaya tetap solid.
2. Dukungan politik
Akses ke partai dan logistik lebih mudah berkat nama besar keluarga.
3. Narasi anak muda
Di tengah kejenuhan terhadap politikus senior, figur muda seperti Nabil berpotensi menarik pemilih pemula dan kalangan milenial. Ia rajin menyapa warga dan berdialog tentang keluhan akar rumput.
Tantangan Besar yang Dihadapi
1. Isu dinasti
Sentimen publik terhadap politik keluarga cukup tinggi. Pemilih urban di Rangkasbitung dan sejumlah kecamatan mulai menuntut figur yang lahir dari kerja keras, bukan sekadar warisan.
2. Tuntutan program
Warga Lebak kini lebih pragmatis. Mereka menuntut solusi nyata atas persoalan jalan rusak, kesehatan gratis, lapangan kerja, harga gabah, dan stunting, bukan sekadar baliho atau spanduk.
3. Peta lawan
Konstelasi politik akan sangat ditentukan oleh siapa yang maju dan berkoalisi. Jika muncul figur non-dinasti yang kuat, pertarungan akan berlangsung sengit.
Kesimpulan
Peluang Nabil Jayabaya terbuka lebar. Namun, untuk menang ia harus berani keluar dari bayang-bayang nama besar keluarga. Kunci keberhasilan ada pada dua hal: turun langsung menyapa warga dan menawarkan program konkret yang menjawab persoalan Lebak.
Di Pilkada 2029, “nama” hanya mengantarkan ke pintu. Yang menentukan bisa masuk atau tidak adalah kerja nyata yang dirasakan rakyat.















