LEBAK  

Bukti Ada Perselingkuhan, Dalam Lima Bulan Lewat Transfer Tercatat Rp.14.490.000 DW Nafkahi FFR

LEBAK, CNC MEDIA – Perselingkuhan menjadi awal pecahnya rumah tangga DW dan PS, yang berujung pada peristiwa hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Fakta ini diperkuat dengan bukti transfer uang dari DW kepada FFR senilai Rp 14.490.000 dalam kurun waktu September 2025 hingga Februari 2026.

Awal Terendus Perselingkuhan
Kecurigaan PS terhadap suaminya muncul sejak DW jarang pulang ke rumah. Ketika pulang, DW kerap datang menjelang subuh dan segera pergi saat fajar menyingsing. Kecurigaan semakin kuat setelah PS menemukan percakapan bernuansa asmara antara DW dan FFR di salah satu ponsel milik DW.

Selain percakapan, PS juga menemukan bukti transfer uang dengan jumlah signifikan. Nilai tersebut belum termasuk pemberian uang tunai yang tidak tercatat.

Penelusuran Identitas FFR
Setelah ponsel DW diambil, intensitas DW pulang ke rumah semakin berkurang, bahkan hingga sebulan sekali tidak pulang. Naluri PS mendorongnya melakukan penelusuran lebih lanjut, hingga diketahui FFR bekerja di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Rangkasbitung.

PS kemudian memperoleh informasi bahwa mobil Inova Reborn putih milik DW sering terlihat di garasi rumah di Perumahan Jalan Bypass Sukarno Hatta, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung.

Konfrontasi di Rumah Perumahan
Berbekal informasi tersebut, PS bersama seorang teman dan Ketua RT setempat mendatangi rumah yang diduga dihuni DW dan FFR. Di lokasi, terjadi keributan antara DW dan PS yang berujung aksi dorong-mendorong serta pemukulan, menyebabkan tangan PS mengalami memar berat.

Sementara itu, FFR bersembunyi di kamar terkunci. Namun, sejumlah barang pribadi seperti sepatu, sandal, pakaian perempuan, serta motor yang biasa digunakan FFR terlihat jelas berada di dalam rumah.

“Itulah sekelumit kisah nyata yang bisa dipertanggungjawabkan pada peristiwa perselingkuhan dan KDRT DW terhadap PS. Bukti-bukti kami miliki dan kami pastikan tak akan ada yang bisa membantahnya,” ujar Eli Sahroni alias King Badak, paman PS sekaligus kuasa pendamping, dalam rilisnya kepada media. (Red-CNC)