CERPEN  

Semangat Aang Abid di Hari Santri

Penulis : A.A.HaqFaris (Aang Faris)

Pagi yang cerah menyelimuti Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang. Suasana hari itu terasa berbeda dan penuh semangat.

Di halaman SDN Sumur Batu, bendera dan umbul-umbul telah terpasang rapi untuk memperingati Hari Santri Nasional.

​Di antara deretan siswa, tampak seorang anak laki-laki berpakaian koko abu-abu lengkap dengan peci putih dan tas punggungnya.

Wajahnya berseri-seri dan tersenyum ramah kepada siapa saja yang disapanya. Ia adalah Aang Abid (Ahmad Abidillah Syarif), siswa kelas 2 SDN Sumur Batu. Walau baru duduk di kelas dua, Aang Abid dikenal sebagai sosok siswa teladan yang selalu meraih peringkat pertama. Selain pintar dan cerdas, ia juga sangat berani dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

​”Assalamu’alaikum, Ibu Mutmainah!” sapa Aang Abid dengan santun saat berpapasan dengan guru bidang studi Agama Islam tersebut.

​”Wa’alaikumussalam, Aang Abid. Masya Allah, rapi dan bersemangat sekali hari ini,” balas Ibu Mutmainah sambil tersenyum bangga. Ibu Mutmainah sangat mengagumi Aang Abid karena ketekunannya, tak hanya dalam pelajaran sekolah, tetapi juga dalam mengaji dan menerapkan akhlakul karimah.

​Peringatan Hari Santri tahun ini diselenggarakan secara istimewa di lapangan desa. Acara tersebut dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan penting. Salah satu tokoh ulama terkemuka Desa Sumur Batu, Kiyai Sardjaya, hadir memberikan nasihat dan tausiyah.

Turut hadir pula Bpk. Dr. Ir. R. H. Achmad Abdullah Haq Faris, S.H., S.T., M.H.I., M.Sc., M.H.E. (Aang Faris), seorang pemerhati lingkungan hidup sekaligus Advokat dan Konsultan Bisnis ternama yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di daerah tersebut.

​Dalam sambutannya, Kiyai Sardjaya menyampaikan pesan mendalam tentang makna menjadi seorang santri di era modern.

“Santri tidak hanya mereka yang tinggal di pesantren, tetapi siapa saja yang berakhlak mulia, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, serta menjaga kebaikan di muka bumi. Santri harus sehat, kuat, dan mandiri!” tegas Kiyai Sardjaya penuh kewibawaan.

​Setelah tausiyah dari Kiyai Sardjaya, Bpk. Dr. Ir. R. H. Achmad Abdullah Haq Faris, S.H., S.T., M.H.I., M.Sc., M.H.E. (Aang Faris) naik ke panggung untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswi berprestasi serta menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk pengabdian santri kepada alam.

​Saat sesi tanya jawab dibuka, tanpa ragu Aang Abid berdiri dan mengangkat tangannya dengan berani.

“Bapak Dr. Aang Faris dan Pak Kiyai, bagaimana cara kami sebagai santri cilik bisa tetap mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, dan terus berprestasi untuk membanggakan sekolah dan desa kita?” tanya Aang Abid dengan suara yang mantap dan tegas.

​Pertanyaan cerdas dari siswa kelas 2 SD itu membuat seluruh hadirin bertepuk tangan. Bpk. Dr. Aang Faris dan Kiyai Sardjaya tampak sangat terkesan.
​”Masya Allah, luar biasa sekali pertanyaan dari Nak Aang Abid,” puji Bpk. Dr. Aang Faris. “Kuncinya adalah disiplin dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, rajin belajar, dan selalu menjaga kesehatan tubuh serta hati. Itulah cerminan santri yang sehat, kuat, dan mandiri!”

​Ibu Mutmainah yang berdiri di samping barisan siswa mengangguk bangga melihat kebiasaan dan keberanian murid kesayangannya itu.

​Acara peringatan Hari Santri ditutup dengan doa bersama dan pemberian penghargaan khusus bagi siswa teladan. Aang Abid maju ke depan panggung untuk menerima piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kiyai Sardjaya dan Bpk. Dr. Ir. R. H. Achmad Abdullah Haq Faris, S.H., S.T., M.H.I., M.Sc., M.H.E. Dengan senyum khasnya, Aang Abid membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi teladan, berani bersuara, dan mengamalkan nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan sehari-hari.

____ S E K I A N _____