LEBAK, CNC MEDIA – Camat Curugbitung bersama jajaran aparatur pemerintah kecamatan melaksanakan kegiatan ziarah religi sekaligus wisata sejarah ke Makam Keramat Raden Mas Kuncung Amarullah. Kegiatan ini menjadi puncak acara Ngembang Haol yang berlangsung di Keramat Cokel, Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Senin (29/6/2026).
Ziarah diikuti oleh Camat Curugbitung Lia Nurlaila, S.Sos., Sekretaris Kecamatan, para kepala seksi, staf pelayanan, serta Kepala Desa Curugbitung dan Kepala Desa Sekarwangi.
Prosesi diawali dengan pembacaan tawasul, Surah Yasin, dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Suasana khusyuk menyelimuti rombongan saat memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kelancaran tugas pelayanan publik di wilayah Curugbitung.
Camat Lia Nurlaila menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan sarana refleksi sejarah dan penghormatan terhadap jasa para tokoh masa lalu. “Ziarah ini adalah pengingat bagi kita semua yang mengemban amanah pemerintahan. Selain mendoakan ahli kubur, kita juga menyerap spirit perjuangan dan kesederhanaan beliau untuk diimplementasikan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Menurut Lia Nurlaila, kegiatan ini diharapkan membawa manfaat lebih luas, baik bagi internal kecamatan maupun masyarakat sekitar:
– Peningkatan solidaritas: Menjadi sarana recharging mental sekaligus mempererat kekompakan antarpegawai di luar jam dinas.
– Dukungan wisata religi: Kehadiran unsur pemerintah di situs bersejarah diharapkan mendorong perhatian publik terhadap pelestarian budaya dan pemeliharaan situs keramat.
– Sinergi dengan masyarakat: Membuka ruang dialog informal antara pemerintah kecamatan dengan juru kunci (kuncen) dan warga sekitar.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Camat menambahkan, kegiatan refleksi spiritual seperti ini akan dijadikan agenda berkala untuk menjaga keseimbangan antara urusan duniawi pekerjaan dan nilai-nilai keagamaan.
“Komitmen kami adalah menjadikan ziarah sebagai momentum berkala demi memperkuat silaturahmi, spiritualitas, dan nilai sejarah,” pungkasnya. (Yanto-CNC)















