LEBAK, CNC MEDIA – Keberadaan mobil siaga desa sejatinya merupakan fasilitas untuk kepentingan operasional pemerintahan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat. Kendaraan ini biasanya digunakan untuk mengantar warga yang sakit, menunjang kegiatan pemerintahan desa, maupun transportasi di wilayah kecamatan hingga ke luar daerah.
Namun, pada Minggu malam, 9 November 2025 sekitar pukul 22.00 WIB, mobil siaga Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, justru terlihat berada di lokasi hiburan malam (dugem) sekitar Pulomanuk.
Pantauan awak media mendapati mobil siaga tersebut digunakan oleh adik Kepala Desa Sawarna Timur, Sanusi, yang berinisial BS. Hal ini menimbulkan sorotan karena mobil siaga desa bukanlah kendaraan pribadi, melainkan milik masyarakat yang pengadaannya menggunakan anggaran negara (anggaran desa).
Penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dinilai tidak pantas dan mencederai fungsi serta etika moral. Mobil siaga desa seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, bukan dipakai ke tempat hiburan malam.
Camat Bayah, Dadan Juanda, saat dimintai tanggapan menyampaikan, “Jika informasi tersebut benar adanya, maka sangat disayangkan karena penggunaannya di luar kepentingan masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Camat Bayah menegaskan akan segera mengkonfirmasi dugaan penyalahgunaan kendaraan siaga desa tersebut kepada pihak Desa Sawarna Timur. (Red-CNC)
















