LEBAK  

HMI Komisariat Cilangkahan Serukan Dialog dan Etika dalam Menyikapi Polemik Pendidikan di SMAN 1 Cimarga

LEBAK, CNC MEDIA – Menanggapi insiden pelanggaran tata tertib di SMAN 1 Cimarga yang berujung pada tindakan fisik oleh kepala sekolah terhadap seorang siswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cilangkahan menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif.

Mereka menilai bahwa kejadian ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pembentukan karakter siswa melalui pendekatan edukatif dan dialogis, bukan dengan kekerasan.

“Kami memandang bahwa dunia pendidikan tidak boleh redup hanya karena satu kasus. Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, kita harus menunjukkan komitmen nyata dalam menegakkan tata tertib sekolah demi membentuk karakter, etika, dan sikap disiplin,” ujar Ketua Umum HMI Komisariat Cilangkahan, Diki Anwar Muzaki. Rabu (15/10/2025).

HMI menekankan pentingnya edukasi sejak dini agar pelanggaran tidak dimaklumi, melainkan dijadikan sarana untuk menanamkan tanggung jawab kepada siswa.

Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak dan profesional dalam menilai kasus ini, serta tidak mengabaikan peran penting guru sebagai pilar pendidikan dan pembentuk generasi bangsa.

“Guru adalah elemen penting dalam mencetak penerus bangsa. Maka, mari kita tempatkan persoalan ini dalam konteks yang proporsional dan solutif,” tambah Diki.

Sekretaris Umum HMI, Relly, turut menyampaikan kesan pribadinya terhadap sosok guru yang pernah mendidiknya.

“Waktu saya SMA, Ibu Dini adalah guru Fisika saya. Beliau memang tegas, tapi saya melihat ada kelembutan keibuan di balik ketegasannya. Saya sangat berterima kasih atas didikan beliau,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara Umum HMI, M. Jahid Febrian, menyoroti perubahan pola pikir masyarakat terhadap disiplin di sekolah.

“Dulu saya pernah dihukum guru karena tidak mengerjakan tugas. Saat saya mengadu ke orang tua, justru saya yang dimarahi. Itu bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter,” ujarnya.

HMI Komisariat Cilangkahan berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Mereka menyerukan agar dunia pendidikan tetap menjadi ruang yang aman, mendidik, dan membentuk generasi yang beretika, sopan santun, dan disiplin. (M. Pebi Firmansyah/Kancing-CNC)