BANTEN, CNC MEDIA – Proyek pembangunan jalan nasional Simpang–Bayah yang dilelang terbuka oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 2 Banten pada Maret 2025, dengan nilai pagu Rp 50 miliar, dimenangkan oleh PT Terolete asal Bekasi dengan penawaran Rp 43 miliar.
Berdasarkan hasil investigasi, perusahaan tersebut diduga kuat memiliki kedekatan dengan Narto, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN 2 Banten.
Pekerjaan betonisasi jalan dari Simpang Malingping hingga Bayah dilaksanakan oleh RAA, pengusaha asal Lebak yang bertindak sebagai kuasa direktur PT Terolete. RAA juga disebut-sebut sebagai bagian dari lingkaran dekat Narto.
Situasi serupa kembali terjadi dalam proyek pembangunan jalan nasional di Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Proyek senilai Rp 14 miliar lebih itu dimenangkan oleh kontraktor asal Lampung, Faisal, dengan penawaran terendah sekitar Rp 12 miliar.
Penelusuran mengungkap bahwa Faisal juga diduga merupakan bagian dari jaringan Narto.
“Fenomena ini mengindikasikan pola yang sama seperti proyek Simpang–Bayah, di mana pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh oknum legislator Lebak dari Fraksi PPP, JAA, melalui skema kuasa direktur,” ujar aktivis Banten, Eli Sahroni, yang akrab disapa King Badak, pada Minggu (5/10/2025).
Eli menjelaskan bahwa proyek tersebut awalnya dirancang menggunakan skema E-Katalog, mengingat proyek itu merupakan aspirasi murni dari anggota Komisi V DPR RI Dapil Banten 1 (Lebak–Pandeglang).
Namun, karena adanya kepentingan tertentu dan kewenangan Kasatker PJN, skema tersebut diubah menjadi lelang semi terbuka.
“Bisa saja terjadi konspirasi antara pihak aspirasi dan Balai PJN 2 Banten dalam proses lelang. Tak ada yang mustahil,” tambah King Badak.
Ia juga mengungkap bahwa segmen pertama proyek jalan nasional Sukawaris diduga dimenangkan oleh pengusaha yang berasal dari keluarga petinggi ‘corps coklat’ Banten, dengan nilai tawaran Rp 10 miliar dari pagu Rp 12 miliar lebih.
“Nama petinggi corps coklat Banten dicatut untuk mendapatkan proyek di PJN 2 Banten,” pungkas King Badak. (Red-CNC)
















