LEBAK, CNC MEDIA – Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Kabupaten Lebak dengan tegas menyatakan penolakan terhadap mundurnya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari kursi DPR-RI.
Penolakan kemunduran Saraswati dari kursi DPR-RI memang sudah ramai dilakukan oleh berbagai kalangan di beberapa hari kebelakang.
Dari mulai Aktivis Kepemudaan, Mahasiswa, Tokoh, Pegiat dan unsur lainnya. Pasalnya Saraswati dikenal sebagai legislator yang tidak hanya duduk manis di gedung DPR. Ia aktif memperjuangkan isu-isu strategis seperti perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta transparansi pengelolaan anggaran publik.
Sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil menjadikannya sosok yang berani dan berintegritas tinggi. Selain itu saraswati pula dengan Idealismenya mampu menurunkan tingkat perdagangan orang (TPPO), beberapa terobosan serta keberanian itulah yang memicu banyaknya penolakan kemunduran politisi muda dari partai gerindra ini.
Penolakan tersebutpun hadir dari kalangan Petani Muda Kabupaten Lebak, yang tergabung dalam Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Lebak.
M. Febi Pirmansyah selaku Sekretaris (DPC PTI) Kabupaten Lebak, mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya beserta seluruh kader di 28 Kecamatan diwilayh Kabupaten Lebak, turut menolak kemunduran sang politisi muda tersebut dari kursi DPR-RI.
“Ya kami sudah berdiskusi, dan hasil dari diskusi dengan 28 Kecamatan darimulai kecamatan hingga pengurus kabupaten. Kami sepakat untuk menolak mundurnya mbak saras dari kursi DPR-RI” ucapnya.
(DPC PTI) Kabupaten Lebak menilai keputusan saraswati untuk mundur tidak sejalan dengan harapan dan kepercayaan rakyat yang telah memberinya mandat.
Oleh karena itu (DPC PTI) Kabupaten Lebak menghimbau kepada saraswati untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan dapat melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPR-RI.
“Keputusan mundurnya mbak saras itu tidak selaras dengan keinginan rakyat yang sudah memberinya mandat. Oleh karena itu kami meminta untuk dipertimbangkan kembali. Bagaimanapun, rakyat indonesia membutuhkan sosok mbak saras yang sudah jelas terlihat kontribusi dan dedikasinya” tandasnya. (Red-CNC)
















