LEBAK  

Darurat Narkoba di Lebak Selatan, Sejumlah Elemen Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa di Mapolsek Malingping

LEBAK, CNC MEDIA – Berbagai elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolsek Malingping, Polres Lebak, Polda Banten, pada Selasa (8/4/2025) pagi. Aksi ini dilakukan terkait isu makin maraknya peredaran obat terlarang di wilayah Malingping.

Tiga Tuntutan Utama

Aksi tersebut akan diwarnai dengan tiga tuntutan utama:
1. Mendesak polisi untuk mengusut tuntas peredaran obat terlarang di Lebak Selatan.
2. Menuntut Kapolsek Malingping mundur dari jabatannya.
3. Meminta Kapolres Lebak mengevaluasi jajaran Polsek Malingping.

Beberapa elemen yang akan berpartisipasi dalam aksi ini di antaranya MATADEWA, PJBN, PILAR, JBB, HISBANS, HIMMAKOM, HIMMA, AMBAS, dan KNPI. Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi akan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Kritik terhadap Penanganan Peredaran Narkoba

Repi Rizali, salah satu pemrakarsa aksi, menyampaikan bahwa peredaran narkoba di Lebak Selatan sudah menjadi rahasia umum. Ia juga mengungkapkan dugaan adanya pihak-pihak yang membekingi peredaran tersebut.

“Peredaran narkoba di Lebak Selatan makin massif, tapi aparat terlihat belum maksimal bekerja. Ada Bandar yang sudah mengaku sebagai Bandar, tapi tidak dilakukan pengembangan. Masyarakat sebagai pelapor seringkali dibebankan untuk mencari barang bukti baru diproses,” ujar Repi.

Repi juga menyoroti kasus sweeping oleh warga di rumah pengedar beberapa waktu lalu, di mana ditemukan barang bukti ribuan butir obat golongan G. Namun, hingga saat ini, proses penyelidikan atau penyidikan belum menunjukkan kejelasan.

“Proses penyelidikan hingga saat ini tidak ada kejelasan,” tegas mahasiswa S2 IPB tersebut.

Dugaan Pemerasan oleh Oknum Aparat

Selain itu, Repi mengungkapkan adanya dugaan pemerasan oleh oknum aparat.

“Pengguna dimintai sejumlah uang agar tidak ditangkap, biasanya oleh cepu (mata-mata) yang menekan korban,” ungkapnya.

Darurat Narkoba di Lebak Selatan

Repi menegaskan bahwa peredaran narkoba di Lebak Selatan sudah mencapai tingkat pelajar, dengan akses yang sangat mudah.

“Awalnya dicekokin oleh kaki tangan Bandar, hingga akhirnya kecanduan. Lebak Selatan sudah darurat narkoba, perlu peran serta aktif dari semua pihak,” pungkasnya.

Respons Kepolisian

Hasil pendalaman redaksi menunjukkan bahwa rencana aksi ini telah diketahui oleh jajaran kepolisian, baik Polres Lebak maupun Polda Banten. Diharapkan aksi damai ini dapat mendorong langkah konkret dalam mengatasi peredaran narkoba di wilayah Lebak Selatan, demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *