Pandeglang, CNC – Batching Plant yang bertempat di Kampung Hunibera Desa Cikiruhwetan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, dikeluhkan warga aktivitasnya.
Warga sekitar resah akibat debu dan kebisingan yang berasal dari batching plant, membuat warga tidak nyaman akibat tempat produksi ready mix yang terlalu rapat dengan pemukiman.
“Batching Plant sangat menggangu, aktivitasnya menimbulkan debu masuk ke rumah, adanya kegiatan plant dengan polusi debu dan gaduh pada waktu jam istirahat apalagi sampai tengah malam. Pernah pihak perusahaan melakukan sosialisasi dari tiga RT, tetapi dalam sosialisasi masih ada pro dan kontra akibat plant yang terlalu dekat dengan pemukiman,” kata warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (27/11/2025).
“Sebagian di jalan raya Cikeusik, toko juga ada yang tutup akibat debu, memang sudah sosialisasi pada waktu itu. Saya juga pernah komplen karena suara kaya ada gempa oleh mesin pembikin beton, disayangkan jam operasionalnya sampai tengah malam jelas mengganggu istirahat,” ungkap warga lainnya.
Bahkan pada waktu sosialisasi ada pedagang sampai tidak berjualan akibat debu dari plant, disayangkan perusahaan melakukan penyemprotan air tidak maksimal.
“Ini jam 7 masih pagi sudah berisik banget, belum lagi alat berat yang lainnya, apalagi ada getaran alat berat nyampe ke rumah, siapa yang nyaman kalau kaya begini. Untung saja ini ada hujan, coba kalau tidak hujan debunya sudah kemana mana. Jam 12 malam terkadang masih beroperasi, berisik banget,” ungkapnya.
Awak media masih berusaha mencari pihak perusahaan Batching Plan untuk dimintai keterangan. Akibat dampak lingkungan yang mengganggu ketenangan warga disinyalir plant berada di lingkungan padat penduduk sehingga berita ini diterbitkan. Namun belum berhasil ditemui.
Untuk skalanya pun belum diketahui, apakah yang beroperasi merupakan batching plant atau batching plong. Satpol PP Kabupaten Pandeglang diminta segera menindaklanjuti permasalahan ini.















