IMC Cabang Rangkasbitung Seminar Edukatif Bersih Narkoba dan Obat-obatan Terlarang di SMAN 2 Rangkasbitung

Lebak, CNC – Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Cabang Rangkasbitung menggelar Seminar Edukatif bertajuk Bersih Narkoba dan Obat-Obatan. Dengan tema “Akselerasi Sinergi Cegah Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang” yang bertempat di SMAN 2 Rangkasbitung, Lebak Banten, Selasa 5 Mei 2026.

Kegiatan IMC tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat kesadaran kolektif generasi muda terhadap bahaya laten penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.

Seminar ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai ruang edukasi kritis yang mendorong terbentuknya pemahaman komprehensif di kalangan peserta didik. Inisiatif ini sekaligus mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam mendukung pembentukan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan karakter yang sehat, berintegritas dan bebas dari pengaruh zat terlarang.

Ketua IMC Cabang Rangkasbitung, Faqih, menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa ancaman narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berimplikasi luas terhadap masa depan bangsa.

Disisi lain Faqih menegaskan komitmen IMC dalam mengawal peran generasi muda untuk memahami ancaman bahaya Narkoba dan Obat-obatan tanpa izin edar. Faqih menyebut bahwa media edukasi ini merupakan gelaran kesekian kalinya yang masif digelar pihaknya pada tiap-tiap SLTA di Lebak. Disamping, aksi lapangan yang kerap dilaksanakan dalam rangka menekan APH guna menyisir maraknya peredaran obat-obatan terlarang.

“Seminar ini merupakan bentuk kesadaran kolektif kami bahwa peserta didik harus dibekali pemahaman yang kuat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Harapan kami, lahir generasi yang bersih, sadar, dan memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh negatif,” tegas Faqih.

Giat tersebut turut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Materi yang disampaikan meliputi dampak medis, sosial, serta psikologis dari penggunaan narkotika, disertai dengan strategi pencegahan berbasis lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penyampaian dilakukan secara interaktif guna mendorong partisipasi aktif siswa dalam memahami risiko dan konsekuensi yang ditimbulkan.

Sementara itu, Ketua CC IMC, Hendrik Arizqi, menegaskan bahwa akselerasi sinergi menjadi kunci dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan lembaga pemerintah harus terus diperkuat agar upaya pencegahan tidak bersifat parsial.

“Kami akan terus mengawal dan memastikan bahwa peserta didik memiliki ketahanan diri yang kuat, sehingga tidak mudah terbawa arus pergaulan yang mengarah pada penggunaan obat-obatan terlarang yang merugikan diri sendiri maupun masa depan,” ujarnya.

Melalui seminar ini, IMC Cabang Rangkasbitung menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang bersih dari narkoba. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.