LEBAK  

Warga NU Jangan Mudah Diadu Domba, PC NU Lebak Lantik Pengurus Ranting dan Lazisnu

Lebak, CNC MEDIA.- Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PC NU) Lebak mengukuhkan 14 Pengurus Ranting NU di wilayah MWC NU Kecamatan Malingping dan juga pelantikan pengurus Lazisnu MWC NU Malingping, Sabtu malam (05/02/2022).

Pada seremoni tersebut, selain jajaran PC NU Lebak, sejumlah MWC NU di 10 kecamatan se-Lebak Selatan (Baksel) juga turut mengadiri perhelatan tersebut.

Caption : Pelantikan belasan Pengurus Ranting NU dan Lazisnu MWC NU Malingping di yayasan Nurul Hidayah Lebakjaha, Malingping, Sabtu malam (05/02/2022)

Usai pelantikan yang dipimpin oleh Ketua PC Kiayi Aep Saepudin Assadzily dan Sekretaris PC NU Lebak ustadz Bondaniji. Ketua MWC NU Kecamatan Malingping, Kiayi Usep Saepudin dalam sambutan pertama mengatakan bahwa keberadaan NU di Malingping hadir sebagai wadah silaturahmi antar tokoh dan pemuka agama, khususnya para nahdhiyin pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah.

“Di Malingping ini ada sekitar 161 Ponpes Salafiyah, 12 diantaranya pesantren modern yang selain mengajarkan kitab juga menyelenggarakan pendidikan umum. Sedangkan sisanya adalah Ponpes Bale Rombeng,” ujar Usep.

Menurut Usep, wadah silaturahmi itu selalu diterapkan dalam pengajian rutin yang tentunya di bawah kordinasi MWC NU. “Kita pun selalu membangun silaturahmi selain dengan unsur intern NU juga dengan organisasi lain di luar NU. Wujudnya kita selaku bertemu dalam setiap pengajian rutin. Dalam seminggu kita punya 5 kali program pengajian yang tuan rumahnya estafet di tiap Ponpes. Termasuk juga pengajian yang digelar Banon NU seperti Matan, Ansor dan Jatman,” terangnya.

Sementara dalam sambutan sekaligus tausyiahnya, Ketua PC NU Lebak, Kiayi Aep Saepudin Assadzily mengungkapkan, NU harus hadir pada setiap geliat kemasyarakatan.

Menurutnya, NU yang hampir berusia satu Abad pada 2026 nanti adalah organisasi tua dan memiliki massa anggota terbanyak. Kehadiran NU tetap konsisten pada mempertahankan Pancasila dan membela NKRI.

“Kehadiran NU harus tetap eksis di setiap pelosok, harus terus menghidupkan budaya pengajian salafiyah nuansa sorogan. Dan mari kita ubah imej NU dari istilah pemburu berkat dan amplop kepada pendayagunaan potensi yang ada. Karena bagaimanapun NU adalah aset bangsa yang Mengabdi tanpa pamrih pada masyarakat, dan akan selalu hadir membela keutuhan NKRI,” terang Kiayi Aep.

Pada bagian akhir, Ketua PC NU Lebak ini meminta warga NU agar hati-hati dengan informasi hoaks yang selalu merongrong NKRI, dan selaku tidak puas pada pemerintah.

“Artinya, NU tetap harus obyektif, mendukung kepentingan umat dan bangsa, artinya kita akan terus dukung setiap kebijakan pemerintah yang bermanfaat buat kemaslahatan, dan kita akan kritik dengan santun jika itu bertentangan dengan rakyat. Karena kita tau, masih ada kelompok-kelompok yang tidak puas walaupun kebijakan pemerintah itu cukup bagus. Termasuk banyak yang tidak suka kehadiran NU yang masih kuat bertahan, mereka dengan beragam cara mengadu domba warga NU, dan dengan menggunakan Lebel salafi.

Terakhir kata dia, sejak dulu NU selalu harmonis dengan organ umat lain, dan mereka tidak rela keharmonisan itu dan berusaha memecah belah

“Dari dahulu NU tetap kompak dengan organisasi umat lain yang juga aset bangsa, seperti Muhammadiyah, Persis, Mathla’ul Anwar dan FPI serta lainnya. NU tidak mungkin membiarkan Wahabi berkeliaran, termasuk juga pihak yang membonceng kepentingan untuk meruntuhkan NKRI, dengan terus membuli kebijakan pemerintah. Padahal kita tau, inti gerakan mereka adalah gerakan khilafah. Kita tau, mereka telah menyerang dan mengadu domba NU dengan mengkotak-kotak NU, dengan bahasa NU garis lurus dan lain-lain, padahal kita tetap satu NU. Ingat, kita adalah organ garda bangsa terkuat. Dan insha Allah warga Nahdiyin akan tetap kompak dalam melawan pengaruh laten dan penyakit bangsa serta agama. Setiap musuh akan kita habisi dengan cara kita,” paparnya. (Red-CNC)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.