LEBAK, CNC MEDIA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Juang Pagenggang, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (22/7/2026) sore, berakhir ricuh.
Ratusan hingga ribuan warga memadati sisi lapangan untuk menyaksikan partai final Liga RT se-Desa Sumberwaras. Sejak siang, masyarakat dari berbagai kampung berdatangan memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya. Sorak sorai dan tepuk tangan silih berganti menggema, menciptakan atmosfer layaknya partai final.
Laga puncak mempertemukan RT 04 Kampung Pagenggang Babakan melawan RT 016 Kampung Kadugawir. Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan tempo tinggi. Meski lapangan kering dan debu beterbangan, semangat bertanding kedua kesebelasan tetap membara.
Gol Cepat Buka Keunggulan RT 04
RT 04 Kampung Pagenggang Babakan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah gol cepat tercipta pada menit ke-3, disambut gemuruh tepuk tangan pendukung.
Tertinggal satu gol, RT 016 Kampung Kadugawir berusaha bangkit dengan membangun serangan dari kedua sisi lapangan. Beberapa peluang berhasil tercipta, namun rapatnya pertahanan lawan membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Adu strategi, kecepatan, dan fisik tak terhindarkan. Dukungan penonton membuat suasana pertandingan semakin bergelora.
Adu Jotos Pecah, Pertandingan Terhenti
Ketegangan mencapai puncaknya menjelang laga usai. Berawal dari sebuah pelanggaran, emosi pemain memuncak hingga terjadi adu mulut yang berujung adu jotos di tengah lapangan.
Insiden tersebut menghentikan jalannya pertandingan dan memancing reaksi penonton. Sejumlah penonton memasuki area lapangan sehingga situasi semakin tidak kondusif. Suasana yang semula dipenuhi sorak sorai berubah menjadi kepanikan.
Aparat kepolisian bersama panitia berupaya melerai dan mengendalikan keadaan. Namun karena membludaknya massa, pertandingan diputuskan dihentikan. Para pemain, ofisial, dan penonton kemudian meninggalkan lapangan dengan pengawalan petugas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia maupun Polsek Malingping terkait status akhir pertandingan dan keputusan lanjutan atas laga final tersebut.
Insiden ini menjadi catatan tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sumberwaras. Euforia yang sejak awal dipenuhi semangat kebersamaan dan sportivitas akhirnya berakhir dengan kericuhan, menyisakan tanda tanya mengenai penentuan juara Liga RT tahun ini. (Red-CNC)















