TERKESAN SEMRAWUT, PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS SMPN CIGEULIS 1 DIDUGA TIDAK IKUTI ACUAN RAB

Pandeglang, CNC MEDIA.- Proyek pembangunan ruang kelas baru SMPN Cigeulis 1 diduga tidak ikuti acuan RAB terkesan mensia-siakan kepercayaan pemerintah.

Pembangunan penambahan ruang kelas baru SMP N Cigeulis 1 desa Cigeulis kecamatan Cigeulis kabupaten Pandeglang Provinsi Banten diduga kuat tidak sesuai julak dan juknis pekerjaan atau keluar dari spesifikasi yang sudah ditentukan tertuang diacuan gambar yang sudah ditentukan pihak terkait.

Proyek pembangunan sekolah dalam tahap pengerjaan dan dikerjakan baru beberapa hari saja yang dilaksanakan oleh CV. ZONA BERKARYA Dengan surat Perintah kerja SPK.NO: 425.11/SPK.002.PPK.Konst.SMP67- Dikpora/2023 yang sumberdana APBD Tahun anggaran 2023 alamat Ciekek Melati Desa Keraton Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang sebagai pemegang pelaksana pekerjaan dengan surat tertanggal sejak 08 Agustus 2023 dengan Pagu Anggaran Rp.200.000.000 Rp199.535.000 (seratus sembilan puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh lima ribu rupiah dengan masa hari kerja 90 hari kalender selesai 18 November 2023
Inpormasi yang diperoleh awak media Sabtu (23/09/2023).

Pasalnya pekerjaan SMPN 1 Cigelis diduga gagal kontruk dalam pengerjaannya ada beberapa poin yang sangat penting dalam pembangunan dari tahap dasar sampai bangunan berdiri kokoh demi manfaat bangunan untuk jangka panjang.

Pada poin pertama Pemasangan pondasi tidak meggunakan stempin alas kerja, kedua pasangan batu tidak dipenuhi adukan pasir semen dan ketiga tidak menggunakan angkur lengunci corbeton juga pemasangan tiang besi hanya di tempel dan bukan kata gori stegk permanen dan masih banyak yang lainnya.

Nasrulah selaku waka dari Ormas BPPKB DPAC Cigeulis berkomentar, “Kami sebagai warga Cigeulis sangat menyayangkan karena ada beberapa bangunan yang tidak memenuhi jauh pada sertifikasi like fungsi (SLF) bangunan jangka panjang ada beberapa poin yang dugaan tidak sesuai pada acuan kerja padahal dari dinas menyediakan dalam juknisnya untuk pondasi menargetkan lebih dari 8 kubik bahan untuk pondasi saja, kami bayangkan kekurangannya itu yang digunakan, saya perhatikan kurang dari 5 kubik ditambah pembesian berapa yang dihilangkan sungguh terlalu. Jadi menurut saya dinas sudah banyak terbohongi oleh atas nama oknum pengusaha yang mengedepankan sekil dan tanpa menunjukan trailtes keberhasilan pekerjaannya, ya contohnya seperti ini yang pekerjaan sangat asal jadi saja,” ungkapnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *